Waspada Hipertensi, Kenali Ciri-Ciri Darah Tinggi Sejak Dini

ciri ciri hipertensi
Hipertensi sering muncul tanpa gejala jelas, namun dapat memicu stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal jika tidak terdeteksi sejak dini.

Merapah.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan serius di dunia. Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi. Dokter menyebut hipertensi sebagai silent killer.

Hipertensi sering muncul tanpa gejala yang jelas. Tenaga medis mengategorikan tekanan darah sebagai tinggi saat mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Pemeriksaan rutin menjadi cara paling akurat untuk mendeteksi kondisi ini.

Meski begitu, tubuh tetap memberi sinyal tertentu yang perlu diwaspadai. Berikut ciri-ciri yang menunjukkan seseorang mengalami darah tinggi berdasarkan fakta medis.

 

BACA JUGA: Puasa Tanpa Dehidrasi, Ini Triknya!

 

Gejala Umum yang Sering Muncul

Sebagian penderita hipertensi mengeluhkan sakit kepala. Keluhan ini biasanya terasa di bagian belakang kepala. Gejala sering muncul saat tekanan darah sangat tinggi.

Penderita juga dapat merasakan pusing atau sensasi berputar. Kondisi ini terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak. Tubuh memberi respons ketika tekanan meningkat drastis.

Beberapa orang mengalami mimisan tanpa sebab jelas. Tekanan darah tinggi dapat memicu pecahnya pembuluh darah kecil di hidung. Namun, gejala ini tidak selalu muncul pada semua pasien.

Wajah kemerahan juga bisa terjadi pada sebagian penderita. Kondisi ini berkaitan dengan pelebaran pembuluh darah. Respons tubuh ini muncul saat tekanan meningkat.

Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan

Hipertensi berat dapat menyebabkan sesak napas. Jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Beban kerja yang tinggi memicu gangguan pernapasan.

Sebagian pasien mengeluhkan nyeri dada. Kondisi ini menandakan gangguan pada jantung. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Gangguan penglihatan juga perlu diwaspadai. Tekanan tinggi dapat merusak pembuluh darah di retina. Penglihatan bisa menjadi kabur atau berbayang.

Pada kondisi darurat, penderita dapat mengalami kebingungan. Tekanan darah sangat tinggi memicu gangguan fungsi otak. Situasi ini membutuhkan penanganan medis segera.

 

BACA JUGA: Mulai 2027, Anak Laki-laki Usia 11 Tahun Dapat Vaksin HPV Gratis

 

Pentingnya Deteksi dan Pemeriksaan Rutin

Banyak kasus hipertensi tidak menunjukkan gejala sama sekali. Seseorang bisa merasa sehat meski tekanan darahnya tinggi. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting.

Tenaga medis menganjurkan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Orang dewasa sebaiknya memeriksa tekanan darah minimal setahun sekali. Pemeriksaan lebih sering diperlukan bagi kelompok berisiko.

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu stroke. Kondisi ini juga meningkatkan risiko gagal jantung dan kerusakan ginjal. Penanganan dini membantu mencegah komplikasi berat.

Pola hidup sehat membantu mengendalikan tekanan darah. Masyarakat perlu membatasi konsumsi garam dan makanan berlemak. Aktivitas fisik rutin juga menurunkan risiko hipertensi.

Masyarakat sebaiknya tidak menunggu gejala muncul. Pemeriksaan sederhana dapat menyelamatkan nyawa. Kesadaran menjadi kunci utama mencegah dampak buruk hipertensi.