Reshuffle Jilid V: Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru di Istana

Pelantikan Resmi di Istana Negara

Prabowo lakukan reshuffle kabinet jilid V dengan melantik 6 pejabat baru, ini daftar lengkap dan tujuan strategis di balik perombakan.
Presiden Prabowo merombak kabinet dengan menunjuk enam pejabat baru untuk memperkuat kinerja dan koordinasi pemerintahan.

Merapah.com – Presiden Prabowo Subianto melantik enam pejabat baru dalam reshuffle kabinet jilid V. Prosesi berlangsung di Istana Negara pada 27 April 2026.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut mendampingi jalannya pelantikan. Para pejabat mengucapkan sumpah jabatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah menjalankan reshuffle sebagai bagian dari evaluasi kinerja kabinet. Langkah ini juga memperkuat koordinasi antar lembaga pemerintah.

 

BACA JUGA: Prabowo Hadiri May Day, Momen Bersejarah Setelah 60 Tahun

 

Daftar 6 Pejabat Baru dan Jabatannya

  1. Dudung Abdurachman menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Ia sebelumnya terlibat dalam lingkaran pemerintahan sebagai penasihat.
  2. Muhammad Qodari memimpin Badan Komunikasi Pemerintah. Ia bertugas mengoordinasikan komunikasi kebijakan pemerintah pusat.
  3. Jumhur Hidayat menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Penunjukan ini memperkuat sektor lingkungan dalam kabinet.
  4. Hanif Faisol Nurofiq menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Ia mendukung penguatan sektor ketahanan pangan nasional.
  5. Hasan Nasbi menjadi Utusan Khusus Presiden bidang komunikasi. Ia berperan dalam strategi komunikasi pemerintah.
  6. Abdul Kadir Karding memimpin Badan Karantina Nasional. Ia bertanggung jawab mengawasi lalu lintas komoditas dan biosekuriti.

BACA JUGA: Gentengisasi Prabowo, REI Lampung: Harga Rumah Tetap Aman

 

Fakta Penting di Balik Reshuffle

Pemerintah melibatkan mayoritas figur lama dalam reshuffle ini, sehingga mereka menempati posisi baru tanpa menghadirkan banyak wajah baru.

Selanjutnya, langkah ini menunjukkan pola rotasi internal dalam kabinet, di mana pemerintah menekankan konsolidasi dibandingkan perekrutan tokoh baru.

Selain itu, reshuffle ini menjadi yang kelima sejak pemerintahan berjalan, sehingga frekuensi tersebut mencerminkan dinamika tinggi dalam pengelolaan kabinet.

 

BACA JUGA: Rusia Blokir WhatsApp, Pemerintah Imbau Warga Beralih ke MAX

 

Tujuan dan Dampak Kebijakan

Pemerintah menggunakan reshuffle untuk memperkuat kinerja dan koordinasi, sehingga penataan posisi diharapkan meningkatkan efektivitas program pemerintah.

Kemudian, pemerintah memfokuskan penempatan pejabat pada sektor komunikasi, lingkungan, dan pangan, karena ketiga sektor tersebut dinilai strategis.

Selanjutnya, presiden mendorong peningkatan kinerja melalui rotasi jabatan, sementara pemerintah menargetkan koordinasi lintas sektor berjalan lebih optimal.

Pada akhirnya, reshuffle ini menegaskan bahwa pemerintah terus mengevaluasi kabinet, sekaligus membuka ruang penyesuaian sesuai kebutuhan nasional.