Merapah.com, Bandar Lampung — Pemilik Lapstore, Ogy, merintis usahanya setelah memutuskan resign dari pekerjaan lama. Ia membawa tekad kuat untuk membuka toko servis dan jual beli laptop.
Ogy melihat laptop sebagai kebutuhan primer bagi pelajar dan pekerja. Ia menilai permintaan laptop terus naik setiap tahun.
“Laptop kini menjadi kebutuhan penting untuk belajar dan bekerja,” jelas Ogy.
Keyakinan itu tumbuh dari latar pendidikan Teknik Komputer dan Jaringan serta pengalaman magang di toko besar laptop. Saat kuliah, ia juga melayani servis laptop panggilan bagi mahasiswa.
BACA JUGA: Bahaya Gorengan Plastik Mengintai: Cek Faktanya!
“Servis panggilan itu membantu biaya kuliah saya,” katanya.
Semua pengalaman itu membuatnya percaya diri membangun Lapstore pada Januari 2024.
Layanan Utama dan Keunggulan Servis di Lapstore
Layanan danmenyediakan layanan servis ringan hingga servis berat, termasuk instal ulang, upgrade spesifikasi, dan penggantian sparepart. Toko ini juga menjual laptop baru dan bekas dengan harga bersahabat.

Stok laptop bekas Lapstore dikenal variatif dan terjangkau. Konsumen juga mendapatkan rekomendasi unit sesuai kebutuhan serta anggaran.
“Kami ingin konsumen menemukan laptop terbaik tanpa bingung,” ujar Ogy.
Setiap pembelian mendapat garansi. Layanan servis pun dilengkapi garansi dan informasi terbuka terkait kondisi unit serta proses perbaikan. Lapstore juga memberi bebas ongkir untuk wilayah Lampung.
Perkembangan Usaha dan Respons Pelanggan
Ogy memulai usaha servis laptop dari sebuah toko kecil dengan stok yang masih terbatas di awal perjalanan usahanya.
“Kadang kami tidak punya stok sama sekali,” ucapnya mengenang fase tersebut.
Perkembangan usaha kemudian membawa Lapstore ke toko yang lebih besar dengan dukungan tim yang lebih lengkap. Pilihan laptop yang tersedia pun semakin beragam untuk mahasiswa, pelajar, dan pekerja.
Kepercayaan konsumen terus tumbuh, dan banyak pelanggan merekomendasikan Lapstore melalui cerita dari mulut ke mulut.
“Kami selalu mengedepankan win-win solution jika ada kendala,” tegas Ogy.
Lapstore juga aktif mempromosikan layanan melalui Instagram, TikTok, dan Facebook agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen
BACA JUGA: Baterai HP Cepat Drop? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kontribusi, Tantangan, dan Rencana Pengembangan
Lapstore kini membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Ogy juga memberi peluang reseller dengan fee hingga 300 ribu rupiah per unit. Lapstore menerima peserta magang dan melatih mereka menjadi teknisi siap kerja.
“Kami ingin Lapstore bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Ogy.
Tantangan terbesar adalah ketersediaan stok laptop bekas yang sering tidak stabil. Meski begitu, peluang pasar laptop di Lampung dinilai sangat prospektif. Konsumen tidak hanya berasal dari Bandar Lampung tetapi juga dari berbagai kabupaten.
Ke depan, Ogy ingin membuka cabang setelah operasional toko utama berjalan otomatis. Ia sudah menunjuk kepala toko, teknisi, admin keuangan, dan kreator konten untuk menguatkan struktur usaha.













