Merapah.com – PT Pertamina (Persero) menerapkan penyesuaian harga BBM sejak pertengahan April 2026. Kebijakan ini masih berlaku hingga Selasa, 28 April 2026.
Perusahaan menyesuaikan harga mengikuti dinamika pasar energi global. Kebijakan tersebut terutama menyasar bahan bakar non-subsidi.
Sementara itu, pemerintah tetap mengawasi distribusi dan kestabilan harga di masyarakat. Langkah ini menjaga keseimbangan antara pasar dan daya beli publik.
BACA JUGA: Malaysia Pilih WFH, Subsidi BBM Naik Tajam Rp16,8 T/Bulan
Daftar Harga BBM: Dari Pertalite hingga Dex
Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter di berbagai wilayah. Biosolar subsidi tetap bertahan di harga Rp6.800 per liter.
Pertamax berada di kisaran Rp12.300 per liter untuk kualitas RON 92. Untuk Pertamax Green 95 dijual sekitar Rp12.900 hingga Rp13.150 per liter.
Pertamax Turbo mencapai Rp19.400 per liter setelah mengalami penyesuaian signifikan. Dexlite berada di kisaran Rp23.600 per liter.
Pertamina Dex menjadi salah satu BBM dengan harga tertinggi, yakni sekitar Rp23.900 per liter. Harga tersebut mengikuti kualitas dan spesifikasi bahan bakar.
BACA JUGA: Mobil Boros BBM? Ternyata Ini Sumber Masalahnya di Kendaraanmu
BBM Non-Subsidi Naik Tajam
Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi secara signifikan pada April 2026. Kenaikan ini terjadi pada bahan bakar dengan oktan tinggi dan diesel.
Pertamax Turbo mengalami lonjakan tajam dibandingkan harga sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan tekanan harga minyak global.
Dexlite dan Pertamina Dex juga mengalami peningkatan harga yang cukup besar. Kondisi ini berdampak langsung pada sektor logistik dan industri.
Pelaku usaha mulai menyesuaikan biaya operasional akibat kenaikan tersebut. Dampaknya terasa pada distribusi barang dan jasa.
BACA JUGA: Isu Raja Charles III Masuk Islam Viral, Ini Kronologinya
BBM Subsidi Tetap Stabil
Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini menjadi penahan dampak kenaikan harga energi.
Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga hingga akhir April 2026. Stabilitas ini memberi ruang bagi masyarakat untuk beradaptasi.
Langkah ini juga menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Pemerintah berupaya menyeimbangkan kepentingan fiskal dan sosial.
Secara keseluruhan, harga BBM Pertamina menunjukkan tren meningkat pada sektor non-subsidi. Sementara itu, subsidi tetap menjadi penopang utama bagi masyarakat.













