Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Inspirasi

Dapur Tua di Ujung Ponorogo

Rumah Mbah Muji dan Sego Pecel Daun Jati

Putri S by Putri S
Juni 13, 2026
in Inspirasi, Sosial
Perjalanan sederhana ke Ponorogo dan Dungus menghadirkan ketenangan yang sulit dilupakan. Aroma daun jati, tungku kayu, dan suasana desa yang hangat membuat perjalanan terasa seperti pulang ke rumah.

Perjalanan sederhana ke Ponorogo dan Dungus menghadirkan ketenangan yang sulit dilupakan. Aroma daun jati, tungku kayu, dan suasana desa yang hangat membuat perjalanan terasa seperti pulang ke rumah.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Perjalanan ini sebenarnya sederhana. Aku hanya pergi dari Sumatera ke Jawa. Singgah ke Madiun, lalu ke Ponorogo, kemudian lanjut ke Dungus. Namun, entah kenapa, perjalanan ini terasa berbeda dibanding perjalanan lain yang pernah aku lakukan.

Mungkin karena suasananya. Mungkin juga karena orang-orang yang aku temui di sana.

Related posts

Mahasiswa STAI NU Kotabumi Dapat Bekal Public Speaking dari Praktisi MC Senior Lampung

Mahasiswa STAI NU Kotabumi Dapat Bekal Public Speaking dari Praktisi MC Senior Lampung

Juni 4, 2026
Hujan deras yang mengguyur Desa Maja memicu tanah longsor yang merusak bagian belakang rumah warga di Dusun 2. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Destana dan Warga Sigap Tangani Longsor di Desa Maja

Mei 31, 2026

Saat sampai di Ponorogo, aku berkunjung ke rumah Mbah Muji. Rumahnya tidak besar, tetapi terasa teduh. Halamannya masih dipenuhi tanaman. Udara paginya dingin, bahkan anginnya terasa pelan sekali menyentuh kulit.

Pagi itu, aku sarapan sego pecel yang dibungkus daun jati. Dari luar memang terlihat biasa saja. Namun, begitu bungkusnya dibuka, aromanya langsung keluar. Harum daun jati bercampur nasi hangat itu benar-benar khas.

Isinya lengkap. Nasi, pecel dengan sambal kacang, teri, kerupuk, sambal, singkong, dan beberapa lauk sederhana lain. Aku makan pelan-pelan sambil duduk santai di rumah Mbah Muji.

Aneh ya, kadang makanan sederhana justru terasa paling nikmat ketika dimakan di tempat yang tepat.

Dapur yang Membuatku Diam Beberapa Menit

Aku paling suka bagian dapurnya.

Saat pertama masuk, aku langsung diam beberapa menit. Rasanya seperti melihat suasana yang dulu sering muncul di televisi waktu kecil. Dindingnya masih bata merah. Belum dicat. Warnanya mulai kusam, tetapi justru terlihat cantik.

Tempat cuci piringnya juga masih sederhana. Ember besar, rak kayu, dan gentong air masih dipakai sehari-hari. Tidak ada kesan modern sama sekali.

Lalu ada tungku kayu di sudut dapur. Asapnya tipis. Aroma kayu bakar bercampur bau singkong yang sedang dibakar membuat dapur itu terasa hangat sekali.

Aku ingat, waktu itu aku berdiri dekat tungku cukup lama. Bukan karena dingin, tetapi karena suasananya nyaman. Bunyi kayu yang terbakar pelan, panci hitam yang sudah penuh bekas api, sampai cahaya pagi yang masuk dari sela dapur, semuanya terasa tenang.

Tidak mewah. Tidak estetik seperti kafe-kafe sekarang. Namun, justru itu yang membuatnya terasa hidup.

Dungus, Mie Ayam, dan Suasana yang Sunyi

Setelah dari Ponorogo, aku lanjut ke Dungus dan bertemu Mbah Wit.

Perjalanan menuju sana dipenuhi pohon jati. Jalannya tidak terlalu ramai. Rumah-rumah warga juga berjauhan. Semakin masuk ke dalam desa, suasananya semakin sunyi. Namun, bukan sunyi yang menyeramkan. Justru sunyi yang menenangkan.

Udara di sana dingin dan bersih. Aku bisa mencium aroma tanah dan kayu sepanjang perjalanan.

Siang itu, aku makan mie ayam di warung kecil dekat rumah warga. Tempatnya sederhana sekali. Tidak ada musik. Tidak ada suara kendaraan. Hanya suara angin dan dedaunan pohon jati yang bergerak pelan.

Aku duduk sambil menikmati mie ayam hangat di tengah desa yang masih asri itu. Sesekali warga lewat dan saling menyapa. Semuanya terasa pelan. Tidak ada yang terburu-buru.

Di situ aku sadar, mungkin selama ini aku terlalu sering hidup di tempat yang ramai sampai lupa rasanya tenang.

Perjalanan ini memang cuma beberapa hari. Namun, ada banyak suasana yang masih tertinggal di kepala sampai sekarang. Aroma tungku kayu, daun jati, dapur tua, udara dingin Dungus, dan obrolan hangat para mbah di sana.

Kadang, yang membuat seseorang rindu bukan tempat wisatanya. Namun, suasana sederhana yang diam-diam terasa seperti rumah.

Tags: cerpenjawa timurkarya tulisOpiniponorogoputri fajar andini
Previous Post

Gagap Gempita Piala Dunia

RECOMMENDED NEWS

Mobil listrik BYD Atto 1

Mobil Listrik BYD Atto 1 Resmi Hadir di Lampung, Harga Mulai Rp205 Juta

10 bulan ago
Waspada Cuaca Lampung Hujan Lebat dan Petir Tiga Hari Kedepan 

Waspada Cuaca Lampung Hujan Lebat dan Petir Tiga Hari Kedepan 

1 tahun ago
Samsung Galaxy Tab A11+

Samsung Galaxy Tab A11+: Tablet AI 5G Harga Rp2 Jutaan

6 bulan ago
fenomena pasang maksimum

Waspada Fenomena Pasang Maksimum di Pesisir Lampung

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Market Stories Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Dapur Tua di Ujung Ponorogo
  • Gagap Gempita Piala Dunia
  • Harga Emas Hari Ini 13 Juni 2026: Ini Daftarnya

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com