Oleh: Asyil Aripatriansah
Piala Dunia kali ini berlangsung dari tanggal 11 Juni hingga 12 Juli 2026, bertempat di 16 kota di 3 negara yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
11 kota di Amerika Serikat, 3 kota di Meksiko, sisanya 2 kota di Kanada. Perhelatan kedua yang menghadirkan lebih dari satu negara sebagai tuan rumah (sebelumnya tahun 2002 di Korea Selatan dan Jepang). Pertama kalinya jumlah peserta sebanyak 48 negara, bertambah 16 negara dari penyelenggaraan sebelumnya tahun 2022 di Qatar.
Tim-tim besar masih bertahan dengan juara petahana yakni Argentina. Tim lainnya seperti Jerman, Brasil, Perancis, dan Inggris. Lalu ada Spanyol, Portugal, Belanda, dan Uruguay. Tim nasional lainnya masih bertahan berpartisipasi di piala dunia seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Paraguay dari Benua Amerika. Jepang dan Korea Selatan dari Benua Asia. Selanjutnya ada Mesir, Australia, Turki, Swedia dsb. Ditambah dengan negara-negara baru yang menjajal peruntungan pada perhelatan sepakbola empat tahunan ini.
Pertandingan digelar di 16 stadion pada kota yang berbeda dengan Estadio Azteca di Meksiko dan Metlife Stadium di New Jersey, Amerika Serikat sebagai gelanggang olahraga yang dapat menampung lebih dari 80 ribu penonton. Adapun dua stadion dengan kapasitas paling sedikit yakni BMO Field di Toronto, Kanada dan Estadio Akron di Guadalajara, Meksiko masing-masing dengan kapasitas 43 ribu dan 45 ribu penonton.
Hal lain yang menarik adalah adanya hydration break yakni 3 menit waktu jeda dalam masing-masing babak utama, untuk memberikan kesempatan kepada para pemain mengonsumsi air sehingga tidak terjadi dehidrasi. Saat ini suhu di Amerika bagian utara berkisar di angka 30-36° celcius. Kesempatan ini digunakan juga oleh pelatih untuk mengevaluasi permainan serta memperbarui taktik dan strategi masing-masing tim.
Untuk menghadirkan pertandingan yang lebih ‘hidup’ kepada penonton di seluruh dunia, selain beberapa kamera yang ditempatkan di berbagai sudut stadion, juga terdapat teknologi kamera yang digunakan sejak 2017 yakni VAR (Video Assistant Referee) yang berfungsi untuk membantu wasit mengambil keputusan terhadap hal-hal yang terjadi di dalam lapangan. Teknologi ini dipakai untuk menguatkan semangat fair play dalam sepakbola, sehingga meminimalisasi keputusan yang tidak adil.
Tidak cukup pada kamera VAR, terdapat satu kamera tambahan yang terhubung dengan mikrofon yang digunakan oleh wasit dan ditempatkan di bagian kepala. Sehingga memungkinkan rekaman pertandingan dari bagian depan tubuh wasit, seolah-olah menggantikan fungsi dua matanya. Istilah ini dikenal dengan referee view.
Berbagai macam fasiltas dan teknologi yang dipakai pada piala dunia sangat membantu banyak pihak tidak terkecuali tuan rumah. Selain penyelenggaraan pertandingan, lalu lintas kendaraan, keamanan dan kenyamanan jutaan manusia tentulah menjadi perhatian utama. Prediksi yang ada ± 6,5 juta penonton hadir langsung di stadion selama turnamen dilaksanakan (104 pertandingan).
Kulikan ini hanya sebagian atau bahkan sedikit informasi yang dapat dibagikan kepada pembaca. Teknologi IoT (Internet of Things) memungkinkan seluruh dunia mengakses berita berbentuk teks, suara, gambar, dan video penyelenggaraan piala dunia. Data dan statistik berbicara, para pembaca berkesempatan menjadi pengamat sepakbola. Semoga sedikit pengetahuan ini menambah khazanah para pembaca, dimanapun Anda berada.












