Merapah.com, Bandar Lampung – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pengembang Indonesia (PI) se Sumatera di Hotel Azana, Bandar Lampung, menjadi momentum bagi para pengembang untuk menyamakan persepsi dan merumuskan program strategis dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.
Ketua DPD Pengembang Indonesia (PI) Lampung, Berkat Arpanto, mengatakan Rakorwil merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PI Expo, PI Run, dan PI Culinary yang digelar selama 12 hari. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pengembang dengan pemerintah, perbankan, dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berharap rapat koordinasi wilayah ini bisa memberikan masukan, memberikan sebuah wacana untuk kolaborasi bagi seluruh stakeholder. Sesuai dengan Program 3 Juta Rumah, kami berharap forum ini menjadi acuan dan evaluasi program kerja secara nasional,” ujarnya.
Berkat mengatakan, Rakorwil menjadi forum bagi seluruh DPD PI di Sumatera untuk menyamakan persepsi dan menyusun program kerja bersama. Melalui forum tersebut, para peserta juga membahas berbagai strategi guna memperkuat peran pengembang dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.
Ia menambahkan, sejumlah program yang dibahas meliputi pengembangan rumah prorakyat, rumah produktif, hingga konsep satu hektare satu kecamatan. Program-program tersebut diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan perumahan di berbagai daerah.
“Harapannya hasil rapat koordinasi wilayah ini ada masukan strategis, menyamakan persepsi, menyamakan program kerja sehingga target-target PI bisa berdampak positif bagi anggota, pengurus, khususnya masyarakat Lampung dan Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ingin menjadi bagian dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat, baik rumah subsidi maupun komersial. Ia menilai sektor properti memiliki peran strategis karena melibatkan sekitar 185 pemangku kepentingan sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
“Kami ingin menjadi bagian terbaik dalam memberikan hunian, baik subsidi maupun komersial. Kami percaya sektor properti melibatkan 185 stakeholder sehingga berdampak pada perekonomian daerah maupun nasional,” ujarnya.










