Merapah.com, Bandar Lampung – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperkuat sinergi dengan menggandeng asosiasi pengembang untuk menekan angka backlog atau kekurangan kepemilikan rumah di Provinsi Lampung. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan pembiayaan rumah subsidi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Rakorwil PI Se Sumatera Perkuat Sinergi Pengembang Indonesia dengan Perbankan dan Pemerintah
SVP Strategis Marketing I BP Tapera, Mungki IP, mengatakan backlog perumahan di Lampung pada 2025 tercatat sekitar 146,5 ribu unit atau 6,34 persen dari total kebutuhan rumah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian BP Tapera untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi.

“Backlog di Lampung itu lebih kurang di angka 6,34 persen. Sementara kalau secara jumlah di Lampung itu 146,5 ribu pada tahun 2025. Ini merupakan bagian dari upaya kami datang ke wilayah ini untuk sama-sama meminimalisasi backlog yang ada,” ujarnya.
Berdasarkan sebaran wilayah, ia menjelaskan bahwa Kota Bandar Lampung menjadi daerah dengan jumlah backlog tertinggi, sedangkan Kabupaten Pesisir Barat menjadi yang terendah. Sedangkan, dari sisi persentase, angka backlog tertinggi juga berada di Kota Bandar Lampung dan terendah di Kabupaten Lampung Timur. Oleh sebab itu, menurutnya masih tingginya backlog dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Selain keterbatasan ekonomi masyarakat, masih banyak warga yang belum mengetahui adanya program rumah subsidi melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang didukung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Negara sudah hadir dalam bentuk pemberian rumah subsidi melalui KPR Sejahtera FLPP yang pendanaannya dari APBN. BP Tapera hadir untuk bersama-sama meminimalisasi backlog yang ada,” ujarnya.
Untuk mempercepat penyerapan rumah subsidi, BP Tapera menggandeng 43 bank penyalur dan 22 asosiasi pengembang, termasuk Pengembang Indonesia (PI). Tahun ini, PI mendapat target menyediakan sekitar 10.510 unit rumah subsidi. Dengan hal tersebut, ia yakin target dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan asosiasi pengembang.
“Insya Allah angka ini bisa dicapai bersama tentunya dengan bergandengan tangan, sinergi antara para stakeholder, dinas terkait, asosiasi pengembang, dan perbankan. BP Tapera akan terus membersamai upaya penyerapan target yang ada,” ujarnya.








