Sabtu, Juli 11, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home

ASI Eksklusif Masih Rendah, Mitos Media Sosial Jadi Tantangan Terbesar

Putri S by Putri S
Juli 20, 2025
in Kesehatan
ASI Eksklusif untuk bayi
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – ASI Eksklusif di Indonesia masih belum merata. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mencatat cakupannya hanya 51,6% hingga 67,7%. Angka ini belum sepenuhnya memenuhi target minimal WHO sebesar 50% secara nasional. Pemerintah terus mendorong peningkatannya di Indonesia.

Survei Paediatrica Indonesiana mencatat cakupan ASI Eksklusif hanya sebesar 46,3% di Indonesia. Wilayah Nusa Tenggara memiliki cakupan tertinggi, yaitu sekitar 72 persen. Sementara itu, Kalimantan mencatat angka terendah dengan hanya 37,5 persen cakupan nasional.

Related posts

Vaksin Ebola membantu menekan penyebaran wabah mematikan di Afrika. WHO menyebut vaksin efektif melindungi kelompok berisiko tinggi dari Ebola Zaire.

Vaksin Ebola Jadi Senjata Utama Lawan Wabah Mematikan

Mei 26, 2026
Telur tetap menjadi sumber protein sehat jika dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan.

Batas Aman Makan Telur, Berapa Butir Ideal Setiap Minggu?

Mei 25, 2026

BACA JUGA: Cara Mengenalkan Agama kepada Anak Sejak Dini dengan Menyenangkan

Perbedaan antar wilayah menunjukkan adanya ketimpangan edukasi dan akses informasi ibu menyusui. Fakta tersebut menegaskan bahwa peningkatan ASI Eksklusif masih butuh perhatian serius pemerintah.

Persepsi Ibu Jadi Hambatan Utama

Persepsi bahwa produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi masih menjadi hambatan utama dalam praktiknya. Penelitian yang dilakukan di Jawa Tengah, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, menunjukkan bahwa banyak ibu memutuskan berhenti menyusui secara eksklusif karena merasa suplai ASI mereka rendah.

Selain itu, faktor lain seperti kondisi kesehatan bayi dan kesulitan menyusui (latch problem) turut menjadi alasan dominan (Scholar Hub, Universitas Indonesia). Secara ilmiah, persepsi ini dikenal sebagai perceived insufficient milk (PIM), yakni keyakinan subjektif bahwa ASI tidak cukup, meskipun secara fisiologis produksi ASI masih normal.

BACA JUGA: Ide Bekal Sehat dan Lezat untuk Anak Sekolah, Ibu Wajib Coba!

Studi yang dipublikasikan oleh Universitas Indonesia dan terdaftar dalam basis data PubMed menegaskan bahwa PIM menjadi salah satu penyebab paling umum kegagalan pemberian ASI Eksklusif di berbagai wilayah (PubMed, Scholar Hub, Universitas Indonesia).

Mitos Menyesatkan di Media Sosial

Media sosial menyebarkan banyak mitos tentang ASI Eksklusif dan manfaat susu formula. Narasi populer menyebut ASI tidak cukup dan formula membuat bayi tidur lebih nyenyak. Fakta tersebut tidak terbukti secara ilmiah, namun tetap dipercaya banyak ibu muda.

Industri susu formula menyasar pengguna media sosial dengan kampanye tersembunyi berbayar. Ibu influencer sering mempromosikan produk formula melalui konten tanpa edukasi medis. Algoritma media sosial menciptakan echo chamber yang menyebarkan informasi salah secara masif.

Pengguna menerima konten serupa dan akhirnya percaya informasi keliru tersebut secara berulang. Situasi ini memperparah kebingungan ibu dalam menjalani proses ASI Eksklusif secara konsisten.

Dampak ASI terhadap Kesehatan Anak

Penelitian di Indonesia Timur menunjukkan bayi ASI Eksklusif lebih kecil risiko terkena stunting. Anak yang mendapat ASI selama enam bulan memiliki pertumbuhan lebih optimal. Risiko stunting menurun antara 20% hingga 50%, terutama pada keluarga berpenghasilan rendah.

BACA JUGA: Waktu Ideal Mengajarkan Anak Berhijab, Usia Berapa Ya?

Studi di Sumatera Selatan menunjukkan korelasi ASI Eksklusif dan penurunan stunting sangat signifikan. Peneliti mencatat hasil p-value 0,02 sebagai bukti dampak positif ASI. Fakta ini membuktikan bahwa ASI mendukung tumbuh kembang anak secara ilmiah. ASI mengandung nutrisi lengkap yang bayi butuhkan selama enam bulan pertama kehidupannya.

Edukasi Jadi Kunci Perubahan

Edukasi menjadi kunci untuk meningkatkan angka keberhasilan program ASI Eksklusif di Indonesia. Tenaga kesehatan wajib memberikan pendampingan menyeluruh sejak kehamilan hingga pasca melahirkan.

Puskesmas, rumah sakit, dan Posyandu harus aktif menyebarkan informasi mengenai ASI. Pemerintah perlu mengawasi promosi susu formula yang melanggar aturan etika pemasaran bayi.

Platform digital wajib mendorong informasi valid dan membatasi konten menyesatkan tentang ASI. Jika semua pihak bergerak bersama, cakupan ASI akan meningkat secara nasional. Anak tumbuh sehat, ibu percaya diri, dan masyarakat meraih generasi kuat di masa depan.

Tags: ASI eksklusifdokter anakEdukasi Ibu Hamilibu dan anakManfaat ASI Eksklusifpendidikantipstips dan trikTips Kesehatan
Previous Post

Cuaca Lampung 20 Juli 2025: Waspada Dua Titik Ini

Next Post

Cuaca Lampung 21 Juli 2025: Cek Daerahmu!

Next Post
Prakiraan cuaca BMKG Lampung

Cuaca Lampung 21 Juli 2025: Cek Daerahmu!

insiden KM Barcelona

Insiden KM Barcelona: 5 Tewas, Ratusan Selamat dalam Kebakaran di Laut Talise

Merapah.com Masyarakat pesisir

Dampak Perubahan Iklim terhadap Kehidupan Masyarakat Pesisir: Apa yang Harus Kita Lakukan?

afirmasi positif

Afirmasi Positif: 10 Kutipan Penulis Dunia yang Menguatkan di Hari Senin

Mitra Bentala Edukasi Sekolah

Mitra Bentala Edukasi Siswa SMPN 24 Bandar Lampung Soal Sampah dan Mangrove

RECOMMENDED NEWS

insiden KM Barcelona

Insiden KM Barcelona: 5 Tewas, Ratusan Selamat dalam Kebakaran di Laut Talise

12 bulan ago
Pendongeng Lampung Jarwo Songha, Meriahkan Family Gathering BPK Lampung

Pendongeng Lampung Jarwo Songha, Meriahkan Family Gathering BPK Lampung

1 tahun ago
Menguap

Mengapa Menguap Menular? Ini Alasan Ilmiah yang Mengejutkan

1 tahun ago
harga emas hari ini (2)

Harga Emas Jumat, 6 Februari 2026 Masih Jadi Sorotan

5 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    460 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Peran Strategis Arsitek Lanskap: Menyatukan Manusia dan Alam untuk Kota Berkelanjutan dan Berkemanusiaan
  • Perbedaan Urban Planning, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap
  • DPD PI Lampung Gelar PI Expo Run 5K, Start dari Transmart dan Undi Satu Unit Rumah

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com