Sabtu, Juli 11, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home

Fakta Sampah di Pulau Pasaran: 64 Persen Plastik, 149 Ton per Tahun

Sampah Menumpuk di Pulau Pasaran

Putri S by Putri S
Juli 17, 2025
in Komunitas
Dokumentasi Merapah.com Pulau Pasaran

Pulau Pasaran Dok.Merapah.com

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Fakta sampah di Pulau Pasaran menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan setiap tahunnya. Pulau kecil ini menghasilkan sekitar 149 ton sampah dari berbagai aktivitas rumah tangga dan usaha.

Data dari Yayasan Anak Bangsa Bisa menyebutkan 64 persen sampah berupa limbah plastik rumah tangga. Jenis plastik paling banyak adalah kantong kresek, kemasan makanan, dan botol minuman sekali pakai.

Related posts

Transformasi CSR: Antara Esensi dan Regulasi, Forum CSR Berkomitmen Melaksanakan CSR yang Sebenarnya

Transformasi CSR: Antara Esensi dan Regulasi, Forum CSR Berkomitmen Melaksanakan CSR yang Sebenarnya

Juli 6, 2026
HUT ke-41 APKLINDO, DPP APKLINDO Lampung Gelar Pelatihan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2025

HUT ke-41 APKLINDO, DPP APKLINDO Lampung Gelar Pelatihan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2025

Juni 19, 2026

BACA JUGA: Dampak Sampah Plastik Bagi Laut, Ekosistem Terancam

Laut Tercemar, Nelayan Terpaksa Melaut Lebih Jauh

Fakta sampah di Pulau Pasaran tak hanya merusak daratan, tetapi juga laut sekitar. Sampah plastik terbawa arus sungai lalu menumpuk di pesisir Pulau Pasaran dan Teluk Lampung. Kondisi ini mengganggu kegiatan nelayan yang mencari ikan di sekitar pantai pulau tersebut.

Nelayan harus melaut lebih jauh karena ikan sulit ditemukan dekat kawasan tercemar sampah. Pencemaran laut ini mengancam mata pencaharian nelayan dan ekosistem pesisir Pulau Pasaran.

Rumah Tangga Belum Kelola Sampah dengan Baik

Kompas.com dalam artikelnya “Cerita Pasaran Wawai: Program Pengolahan Sampah Berbasis Ekosistem dan Digital” (13 September 2022), melaporkan bahwa sekitar 95 persen rumah tangga di Pulau Pasaran belum memilah dan mengelola sampah secara mandiri. Sebagian besar masih membuang sampah langsung ke lingkungan sekitar.

Fakta sampah di Pulau Pasaran ini menjadi tantangan besar dalam pengelolaan wilayah pesisir Lampung. Tanpa sistem pemilahan, sampah anorganik seperti plastik akan terus menumpuk setiap harinya. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi dan sistem pengangkutan sampah di tingkat rumah tangga.

BACA JUGA: Kolaborasi Mitra Bentala dan GPAP Bahas Krisis Sampah Plastik di Kota Karang

Solusi “Pasaran Wawai” Hadirkan Harapan Baru

Yayasan Anak Bangsa Bisa dan CCE meluncurkan program “Pasaran Wawai” di Pulau Pasaran. Program ini menggabungkan edukasi warga, teknologi digital, dan sistem daur ulang sampah terintegrasi.

Fakta sampah di Pulau Pasaran menjadi dasar penyusunan strategi berbasis data yang komprehensif. Program ini menargetkan pengurangan sampah sebanyak 20 persen dari total produksi tahunan. Selain itu, mereka menargetkan pemilahan sampah rumah tangga meningkat hingga 16,7 persen.

Rumah Inovasi Daur Ulang Ubah Sampah Jadi Produk

Inisiatif lainnya adalah mendirikan Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) di tengah pemukiman warga. RINDU menjadi tempat pengolahan sampah plastik menjadi produk seperti tas, dompet, dan boneka.

Komunitas ibu-ibu SEA MAMA terlibat aktif dalam proses produksi daur ulang tersebut. Mereka mampu mencegah 450 kilogram sampah masuk laut setiap hari melalui kegiatan pemilahan. Produk hasil daur ulang dijual dan memberi pendapatan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga.

BACA JUGA: HIPMI Dukung Langkah Pemprov Kembangkan Smart City Berbasis Teknologi Satelit

 Warga Mulai Ubah Perilaku untuk Lingkungan

Kini, warga Pulau Pasaran mulai sadar akan pentingnya memilah dan mengelola sampah sendiri. Anak-anak sekolah belajar menjaga lingkungan melalui program edukatif yang dilaksanakan komunitas lokal. Fakta sampah di Pulau Pasaran menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara warga dan pemerintah.

Dukungan teknologi, edukasi, dan komunitas mampu mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan sampah. Pulau Pasaran perlahan berubah dari wilayah tercemar menjadi pusat inovasi pengelolaan sampah pesisir.

Tags: Bandar Lampungberitaberita lampungekonomiekosistemKelautankomunitaslautpermasalahan sampahpulaupulau pasaransampah
Previous Post

Cuaca Lampung 17 Juli 2025: Siang Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Next Post

Makanan Sehat: Menu Harian untuk Pekerja Kantoran yang Sibuk

Next Post
makanan sehat kantoran

Makanan Sehat: Menu Harian untuk Pekerja Kantoran yang Sibuk

KSOP - Pelindo

KSOP - Pelindo Jaga Kondusifitas Pelabuhan dan Perkuat Sinergi lewat Kopi Sore

Aktivitas mahasiswa ketika libur

Libur Panjang? Ini 7 Aktivitas Bermanfaat buat Mahasiswa

Sekretaris KKN

Tips Sekretaris KKN: Catat Rutin, Cicil Laporan, Biar Gak Panik di Akhir

Tempat Liburan

5 Tempat Liburan di Lampung yang Masih Hype di Tahun 2025

RECOMMENDED NEWS

SIAGA BANJIR DI BANDAR LAMPUNG

BMKG Keluarkan Peringatan Siaga Banjir di Bandar Lampung

1 tahun ago
Mahasiswa KKN Unila

Mahasiswa KKN Unila Gandeng BPBD Lampung Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 

6 bulan ago
trigon swimming renang

Trigon Swimming Siapkan Perenang Berprestasi

1 tahun ago
BMKG Prediksi Cuaca Wilayah Lampung Hari ini Cerah

BMKG Prediksi Cuaca Wilayah Lampung Hari ini Cerah

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    460 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Peran Strategis Arsitek Lanskap: Menyatukan Manusia dan Alam untuk Kota Berkelanjutan dan Berkemanusiaan
  • Perbedaan Urban Planning, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap
  • DPD PI Lampung Gelar PI Expo Run 5K, Start dari Transmart dan Undi Satu Unit Rumah

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com