Senin, Juni 8, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home

Fakta Sampah di Pulau Pasaran: 64 Persen Plastik, 149 Ton per Tahun

Sampah Menumpuk di Pulau Pasaran

Putri S by Putri S
Juli 17, 2025
in Komunitas
Dokumentasi Merapah.com Pulau Pasaran

Pulau Pasaran Dok.Merapah.com

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Fakta sampah di Pulau Pasaran menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan setiap tahunnya. Pulau kecil ini menghasilkan sekitar 149 ton sampah dari berbagai aktivitas rumah tangga dan usaha.

Data dari Yayasan Anak Bangsa Bisa menyebutkan 64 persen sampah berupa limbah plastik rumah tangga. Jenis plastik paling banyak adalah kantong kresek, kemasan makanan, dan botol minuman sekali pakai.

Related posts

Belajar Jurnalistik Langsung di Dapur Redaksi, 70 Mahasiswa Unila Intip Cara Media Bertahan di Era Digital

Belajar Jurnalistik Langsung di Dapur Redaksi, 70 Mahasiswa Unila Intip Cara Media Bertahan di Era Digital

Mei 17, 2026
President Director Siemens Healthineers Indonesia Terkesan Pesona Mangrove Cuku Nyinyi

President Director Siemens Healthineers Indonesia Terkesan Pesona Mangrove Cuku Nyinyi

Mei 9, 2026

BACA JUGA: Dampak Sampah Plastik Bagi Laut, Ekosistem Terancam

Laut Tercemar, Nelayan Terpaksa Melaut Lebih Jauh

Fakta sampah di Pulau Pasaran tak hanya merusak daratan, tetapi juga laut sekitar. Sampah plastik terbawa arus sungai lalu menumpuk di pesisir Pulau Pasaran dan Teluk Lampung. Kondisi ini mengganggu kegiatan nelayan yang mencari ikan di sekitar pantai pulau tersebut.

Nelayan harus melaut lebih jauh karena ikan sulit ditemukan dekat kawasan tercemar sampah. Pencemaran laut ini mengancam mata pencaharian nelayan dan ekosistem pesisir Pulau Pasaran.

Rumah Tangga Belum Kelola Sampah dengan Baik

Kompas.com dalam artikelnya “Cerita Pasaran Wawai: Program Pengolahan Sampah Berbasis Ekosistem dan Digital” (13 September 2022), melaporkan bahwa sekitar 95 persen rumah tangga di Pulau Pasaran belum memilah dan mengelola sampah secara mandiri. Sebagian besar masih membuang sampah langsung ke lingkungan sekitar.

Fakta sampah di Pulau Pasaran ini menjadi tantangan besar dalam pengelolaan wilayah pesisir Lampung. Tanpa sistem pemilahan, sampah anorganik seperti plastik akan terus menumpuk setiap harinya. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi dan sistem pengangkutan sampah di tingkat rumah tangga.

BACA JUGA: Kolaborasi Mitra Bentala dan GPAP Bahas Krisis Sampah Plastik di Kota Karang

Solusi “Pasaran Wawai” Hadirkan Harapan Baru

Yayasan Anak Bangsa Bisa dan CCE meluncurkan program “Pasaran Wawai” di Pulau Pasaran. Program ini menggabungkan edukasi warga, teknologi digital, dan sistem daur ulang sampah terintegrasi.

Fakta sampah di Pulau Pasaran menjadi dasar penyusunan strategi berbasis data yang komprehensif. Program ini menargetkan pengurangan sampah sebanyak 20 persen dari total produksi tahunan. Selain itu, mereka menargetkan pemilahan sampah rumah tangga meningkat hingga 16,7 persen.

Rumah Inovasi Daur Ulang Ubah Sampah Jadi Produk

Inisiatif lainnya adalah mendirikan Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) di tengah pemukiman warga. RINDU menjadi tempat pengolahan sampah plastik menjadi produk seperti tas, dompet, dan boneka.

Komunitas ibu-ibu SEA MAMA terlibat aktif dalam proses produksi daur ulang tersebut. Mereka mampu mencegah 450 kilogram sampah masuk laut setiap hari melalui kegiatan pemilahan. Produk hasil daur ulang dijual dan memberi pendapatan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga.

BACA JUGA: HIPMI Dukung Langkah Pemprov Kembangkan Smart City Berbasis Teknologi Satelit

 Warga Mulai Ubah Perilaku untuk Lingkungan

Kini, warga Pulau Pasaran mulai sadar akan pentingnya memilah dan mengelola sampah sendiri. Anak-anak sekolah belajar menjaga lingkungan melalui program edukatif yang dilaksanakan komunitas lokal. Fakta sampah di Pulau Pasaran menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara warga dan pemerintah.

Dukungan teknologi, edukasi, dan komunitas mampu mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan sampah. Pulau Pasaran perlahan berubah dari wilayah tercemar menjadi pusat inovasi pengelolaan sampah pesisir.

Tags: Bandar Lampungberitaberita lampungekonomiekosistemKelautankomunitaslautpermasalahan sampahpulaupulau pasaransampah
Previous Post

Cuaca Lampung 17 Juli 2025: Siang Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Next Post

Makanan Sehat: Menu Harian untuk Pekerja Kantoran yang Sibuk

Next Post
makanan sehat kantoran

Makanan Sehat: Menu Harian untuk Pekerja Kantoran yang Sibuk

KSOP - Pelindo

KSOP - Pelindo Jaga Kondusifitas Pelabuhan dan Perkuat Sinergi lewat Kopi Sore

Aktivitas mahasiswa ketika libur

Libur Panjang? Ini 7 Aktivitas Bermanfaat buat Mahasiswa

Sekretaris KKN

Tips Sekretaris KKN: Catat Rutin, Cicil Laporan, Biar Gak Panik di Akhir

Tempat Liburan

5 Tempat Liburan di Lampung yang Masih Hype di Tahun 2025

RECOMMENDED NEWS

erson agustinus

Woow Ternyata Kredit Bank-Bank Plat Merah Mampu Tumbuh 2 Digit, Mengapa?

5 bulan ago
Trik Belanja Hemat Bahan Pokok Ramadhan, Kantong Aman!

Trik Belanja Hemat Bahan Pokok Ramadhan, Kantong Aman!

4 bulan ago
Siswa SDN 2 Kota Karang mengikuti sosialisasi edukasi oleh Mitra Bentala (26/9/2025)

Sosialisasi Edukasi oleh Mitra Bentala Ajak Siswa SDN 2 Kota Karang Kurangi Sampah Plastik

8 bulan ago
ibunda raisa

Ibunda Raisa Meninggal Dunia, Perjuangan Lawan Kanker Paru

6 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Market Stories Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar
  • Harga Emas Hari Ini 5 Juni 2026 Turun, Antam dan Pegadaian Kompak Melemah
  • Cuaca Lampung Hari Ini Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Siang Sore

Category

  • Berita
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com