Lampung, Merapah.com – Yayasan Nurul Muhajirin sukses menyelenggarakan Haflah Akhirussanah Tahun 2026 dengan tema “Melangkah dengan Ilmu, Tumbuh dengan Akhlak, Menggapai Masa Depan”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Juni 2026, di Lapangan Pondok Pesantren Nurul Muhajirin el-Dauly tersebut menjadi momentum penutup Tahun Pelajaran 2025/2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pentas Seni Santri yang menampilkan beragam kreativitas dan kemampuan para santri. Mereka membawakan pidato dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, hingga Bahasa Lampung sebagai bentuk penguatan kemampuan berbahasa dan keberanian tampil di depan publik.
Selain itu, para santri juga menyuguhkan berbagai penampilan seni, mulai dari tari kreasi hingga drama bertajuk “Ku Kira Pocong Ternyata Garong” yang berhasil mengundang gelak tawa para penonton.
Puncak kegiatan hari pertama, Minggu (14/6/2026), diisi dengan prosesi pelepasan siswa kelas akhir dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Muhajirin, yakni kelas VI MI, kelas IX SMP IT, dan kelas XII SMA IT Nurul Muhajirin.
Prosesi acara dipandu empat pembawa acara, yakni Tri Wahyu Ningsih (kelas V MI) sebagai MC Bahasa Indonesia, Isna Wati (kelas X SMA IT) sebagai MC Bahasa Inggris, Fairus Nadhir Muksid (kelas X SMA IT) sebagai MC Bahasa Arab, dan Andi Saputra (kelas X SMA IT).

Meski sempat terkendala gangguan teknis pada perangkat pengeras suara di awal kegiatan, panitia bergerak cepat melakukan perbaikan sehingga seluruh rangkaian acara dapat kembali berjalan dengan lancar.
Kemeriahan semakin terasa melalui penampilan Tari Muli Siger oleh siswi SMP IT Nurul Muhajirin, Tari Saman Arabic oleh siswi MI Nurul Muhajirin, serta Tari Bedana Kreasi yang memadukan unsur budaya tradisional dengan sentuhan modern.
Salah satu penampilan yang paling menyentuh hati adalah persembahan yang menggambarkan perjuangan seorang ayah dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Penampilan tersebut mengundang haru para wali santri, guru, dan siswa yang tampak menitikkan air mata.
Ketua Yayasan Nurul Muhajirin, H. Paryanto, mengatakan Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan bentuk apresiasi atas perjuangan para santri selama menempuh pendidikan.
“Melalui tema tahun ini, kami berharap para lulusan dapat melangkah dengan bekal ilmu yang kuat, tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, serta mampu menggapai masa depan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Mudir Ma’had Pondok Pesantren Nurul Muhajirin, Jaenuri, S.Pd.I, menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Kami terus berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab agar para santri memiliki bekal yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan akhlak dalam menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Pada hari kedua, Senin (15/6/2026), kegiatan berlangsung dengan nuansa religius dan penuh keberkahan. Acara dipandu oleh dua alumni Pondok Pesantren Nurul Muhajirin, Vera dan Rahma.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Khotmil Qiraatul Kutub sebagai simbol keberhasilan santri dalam mempelajari kitab-kitab keislaman, dilanjutkan dengan Khotmil Qur’an sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan para santri mengkhatamkan Al-Qur’an.
Puncak kegiatan diisi tausiah oleh Kiai Imam Nawawi dari Gedongan, Cirebon, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak amal saleh sebagai bekal kehidupan akhirat.
Direktur Pendidikan Yayasan Nurul Muhajirin, Bisri Mustopa, S.Pd.I, mengatakan kegiatan Haflah Akhirussanah menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami ingin melahirkan generasi yang unggul, tidak hanya dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Pendidikan yang berkualitas harus mampu membentuk manusia yang siap menghadapi masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Haflah Akhirussanah 2026, Yayasan Nurul Muhajirin kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa mendatang.










