Kamis, Agustus 6, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Berita

Pergeseran Konsumen BBM

Putri S by Putri S
Juni 20, 2026
in Berita, Ekonomi
mobil boros bbm

Kenaikan harga BBM memicu pergeseran konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite. Fenomena ini mencerminkan tekanan ekonomi yang semakin dirasakan kelas menengah di tengah meningkatnya biaya hidup.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Asyil Aripatriansah

Masyarakat dapat dibagi berdasarkan tingkat kekayaan yang sejatinya bermula dari perbedaan jumlah pendapatan. Secara sederhana, jumlah pendapatan dapat dibagi menjadi tiga: rendah, sedang, dan tinggi. Masyarakat dengan kategori pendapatan rendah dapat disebut dengan masyarakat miskin (kurang mampu).

Pendapatan sedang diperoleh sebagian masyarakat sehingga disebut sebagai kaum menengah (bahasa kerennya ‘kaum mendang-mending’). Terakhir ada sebagian kecil kelompok masyarakat yang berpendapatan tinggi sehingga disebut sebagai orang kaya (istilah lainnya yakni konglomerat, taipan, sultan, borjuis, ‘crazy rich’, orang gedongan dll).

Related posts

Firli Yuda Pratama Raih Juara 1 Karate, Bukti Komitmen SMKN 9 Bandar Lampung Cetak Siswa Berprestasi

Firli Yuda Pratama Raih Juara 1 Karate, Bukti Komitmen SMKN 9 Bandar Lampung Cetak Siswa Berprestasi

Agustus 4, 2026
Championship Elang Muda SDIT Baitul Jannah, Dari 124 Piala Menuju Mimpi 500 Juara

Championship Elang Muda SDIT Baitul Jannah, Dari 124 Piala Menuju Mimpi 500 Juara

Agustus 4, 2026

Rakyat miskin dengan pendapatannya hanya bisa memenuhi kebutuhan primer. Kaum menengah bisa memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, bagi yang memiliki pendapatan lebih (di atas rata-rata) bisa menabung untuk kebutuhan tersier. Orang kaya tentu dengan berbagai pendapatannya lebih dari mampu memenuhi ketiga kebutuhan tersebut.

Saat ini, sebagai imbas perang antara koalisi Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, harga minyak mentah dunia beranjak naik. Tentu perang (dengan dalih apapun) menjadi salah satu penyebab kenaikan harga tersebut. Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang walaupun sudah mencapai kesepakatan damai, tidak menjadi ukuran bahwa perang tidak akan berlanjut. Masing-masing masih mempunyai hasrat untuk tidak mau mengalah, apalagi didukung oleh kepentingan bisnis. Atas lalu lintas kapal tanker pembawa minyak mentah di perairan Selat Hormuz, Iran mendapatkan keuntungan ± puluhan miliar dolar amerika.

Walaupun sudah damai (untuk sementara), tidak menjadi penghalang bagi kenaikan harga minyak mentah dunia, sudah terlanjur basah. Efeknya tentu saja kenaikan harga bahan bakar minyak di banyak negara. Minyak bumi setidaknya menurunkan delapan jenis produk, salah satunya adalah bahan bakar minyak untuk berbagai moda transportasi (darat, laut, udara).

Pemerintah di banyak negara dengan sangat terpaksa, pada akhirnya menaikkan juga harga BBM. Beberapa negara hanya dalam kurun waktu satu bulan, sudah menaikkan harga. Negara-negara lain ada yang mengambil kebijakan untuk menunda kenaikan harga hanya untuk dua bulan saja, setelahnya mau tidak mau naik juga harganya. Hal ini tentu saja juga dialami oleh bangsa Indonesia.

Pemerintah pada akhirnya menaikkan harga komiditi bahan bakar minyak, yang walaupun dalam bahasa anak bangsa disebut dengan ‘ganti harga’. Klaim pemerintah, harga yang dikenakan saat ini termasuk yang termurah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di (setidaknya) kawasan Asia Tenggara. Kebijakan ganti harga ini membuat rakyat (pengguna dan non-pengguna BBM), mulai bersuara memberikan kritikan kepada pemerintah.

Sama seperti masyarakat yang dibagi ke dalam tiga kelompok di atas, BBM pun dibagi menjadi tiga kategori, disesuaikan dengan pendapatan kelompok masyarakat tadi. Ada BBM dengan kadar rendah yang dikhususkan untuk rakyat kurang mampu sebagai contoh Pertalite dan Biosolar (BBM subsidi, masing-masing dijual dengan harga Rp10.000 dan Rp6.800). Ada juga jenis non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo untuk kategori bensin. Adapun untuk jenis solar non subsidi ada Dexlite dan Pertamina Dex.

Semenjak gejolak Selat Hormuz, pemerintah telah menaikkan (dalam bahasa pemerintah, menyesuaikan) harga BBM per liter sebanyak dua kali. Awal bulan Mei, pemerintah menaikkan harga Pertamax Turbo dari sebelumnya sebesar Rp19.850 menjadi sebesar Rp20.350. Dexlite mengalami kenaikan harga dari sebesar Rp24.150 menjadi sebesar Rp26.600. Pertamina Dex juga mengalami ‘ganti harga’ dari sebelumnya sebesar Rp24.450 menjadi sebesar Rp28.500.

Pertengahan Juni kembali terjadi penyesuaian harga untuk jenis Pertamax dari sebelumnya sebesar Rp12.600 menjadi sebesar Rp16.650. Sedangkan Pertamax Turbo mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp21.200. Dexlite mengalami penurunan harga menjadi sebesar Rp23.500, dan Pertamina Dex menjadi sebesar Rp25.350. Harga-harga yang tertera di atas merupakan harga yang berlaku di Provinsi Lampung.

Fenomena baru terjadi di Lampung yakni bergesernya konsumen BBM dari sebelumnya kendaraan bermotor mengonsumsi Pertamax kemudian beralih ke Pertalite, dari non subsidi ke subsidi. Konsumen yang menggunakan jenis Pertamax awalnya menganggap bahwa mereka tidak berhak membeli jenis Pertalite, karena BBM subsidi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Namun, kenaikan harga Pertamax akhirnya membuat konsumen berubah pikiran.

Kenaikan harga sebesar Rp4.050 atau sebesar 32,14% tersebut membuat konsumen menghitung ulang biaya kehidupannya. Anggap saja konsumsi BBM kendaraan bermotor roda empat yakni 1:10 artinya 1 liter untuk jarak tempuh 10 km. Sebelum kenaikan harga, mobil akan diisi bensin dengan harga Rp12.600 per liter dikali dengan setengah dari kapasitas tangki yakni sebanyak 22,5 liter sehingga didapat harga yang harus dibayar sebesar Rp283.500. Kurun waktu seminggu, konsumen akan mengisi sebanyak dua kali sehingga didapat angka sebesar Rp567.000.

Karena ada selisih harga setelah disesuaikan oleh pemerintah, maka untuk sekali pengisian membutuhkan uang sebesar Rp374.625 dan untuk satu minggu membutuhkan biaya sebesar Rp749.250. Angka tersebut berlaku untuk satu minggu, bagaimana dengan biaya untuk satu bulan? Mau tidak mau, suka tidak suka, konsumen beralih ke Pertalite yang hanya membutuhkan biaya sebesar Rp225.000 untuk sekali pengisian dan sebesar Rp450.000 untuk satu minggu pemakaian.

Pertanyaannya, mengapa konsumen beralih ke Pertalite? Bukankah kelas menengah dengan pendapatan sedang merasa mampu untuk membeli jenis Pertamax? Jawabannya adalah kelas menengah kita (mungkin) hanya sanggup (membeli) di angka maksimal Rp13.000 per liter Pertamax, lebih dari itu, tak sanggup rasanya menahan beban kehidupan ini.

Biaya bensin sudah ditakar dengan angka di atas untuk harga per liter. Hal lainnya sudah diatur sedemikian rupa dengan segala konsekuensi biayanya. Pangan, pendidikan, kesehatan, pakaian, perumahan, dan kebutuhan lainnya tidak bisa untuk ‘disesuaikan’. Apabila ini terjadi maka kualitas pun menjadi menurun. Bayangkan bila pangan saja berkurang secara jumlah dan gizi, secara kuantitas dan kualitas. Berakibat kepada penurunan kesehatan dan intelektualitas anggota keluarga.

Kelas menengah saja mengeluh, bagaimana dengan kelas bawah yang memang hampir setiap hari mengeluh? Lalu, apa dampaknya? Jumlah kelas menengah akan menurun, dilihat dari ketidakmampuan membeli bensin jenis Pertamax. Sehingga, jumlah rakyat kurang mampu menjadi bertambah, karena sejatinya mereka adalah pengguna BBM subsidi jenis Pertalite. Fenomena baru ini memunculkan klise pada kelas menengah. Dikatakan tidak sanggup membeli Pertamax, namun bertempat tinggal di komplek perumahan elit, pendidikan anak di sekolah swasta bonafit dsb.

Bagaimana dengan rakyat miskin (kurang mampu)? Akan semakin tertekan ke bawah posisinya. Semakin menderita kehidupan mereka. Semakin tersiksa perasaan dan pikirannya. Apa harapannya? Perang berhenti, harga minyak dunia turun, harga BBM dalam negeri turun, sehingga harga barang-barang termasuk komoditi pangan juga ikut mengalami penurunan.

 

Tags: Asyil AripatriansahBBMberitaOpini
Previous Post

Harga Emas Hari Ini Masih Tinggi, Antam Bertahan di Atas Rp2,8 Juta per Gram

Next Post

BCA Syariah Hadirkan Rumah Sahabat di Senayan City, Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat

Next Post
BCA Syariah Hadirkan Rumah Sahabat di Senayan City, Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat

BCA Syariah Hadirkan Rumah Sahabat di Senayan City, Dekatkan Literasi Keuangan Syariah kepada Masyarakat

JOINT MARKETING UPAYA BERSAMA PENGEMBANG DAN BANK MENDONGKRAK PENJUALAN RUMAH DAN KPR

JOINT MARKETING UPAYA BERSAMA PENGEMBANG DAN BANK MENDONGKRAK PENJUALAN RUMAH DAN KPR

Meski Anggaran Terbatas, BGTK Lampung Perluas Program 7 Jurus BK Hebat untuk 450 Guru

Meski Anggaran Terbatas, BGTK Lampung Perluas Program 7 Jurus BK Hebat untuk 450 Guru

Rendhy Santoso Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial Bersama AGAPro

Rendhy Santoso Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial Bersama AGAPro

UMKO Raih Peringkat III Pendanaan Program Penelitian 2026, Perkuat Komitmen Budaya Riset

UMKO Raih Peringkat III Pendanaan Program Penelitian 2026, Perkuat Komitmen Budaya Riset

RECOMMENDED NEWS

Hujan Lebat Ancam Lampung Hari Ini, Warga Diminta Waspada

Hujan Lebat Ancam Lampung Hari Ini, Warga Diminta Waspada

4 bulan ago
BGTK Lampung Soroti Tantangan Peningkatan Kompetensi Guru, dari Motivasi hingga Anggaran

BGTK Lampung Soroti Tantangan Peningkatan Kompetensi Guru, dari Motivasi hingga Anggaran

4 bulan ago
PIR 2026 PDPI Lampung Diikuti 216 Peserta dari Seluruh Indonesia, Perbarui Ilmu Penanganan Penyakit Paru

PIR 2026 PDPI Lampung Diikuti 216 Peserta dari Seluruh Indonesia, Perbarui Ilmu Penanganan Penyakit Paru

3 minggu ago
Sogo Branded Store Tanjungkarang Rayakan 41 Tahun, Tawarkan Diskon Hingga 60 Persen

Sogo Branded Store Tanjungkarang Rayakan 41 Tahun, Tawarkan Diskon Hingga 60 Persen

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala National Exam olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    465 shares
    Share 186 Tweet 116
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    424 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Firli Yuda Pratama Raih Juara 1 Karate, Bukti Komitmen SMKN 9 Bandar Lampung Cetak Siswa Berprestasi
  • Championship Elang Muda SDIT Baitul Jannah, Dari 124 Piala Menuju Mimpi 500 Juara
  • Pelindo Regional 2 Panjang Berikan 40 Beasiswa untuk Anak Pekerja Berprestasi

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com