Berita  

Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Dasco: Tiga Penumpang Meninggal Dunia

 

JAKARTA, Merapah.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meninjau langsung lokasi tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Dalam peristiwa tersebut, sementara tercatat tiga orang penumpang meninggal dunia.

Dasco mengatakan proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, dan PT KAI. Hingga malam hari, sebanyak 29 korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Evakuasi masih berlangsung. Informasi sementara, 29 orang sudah dibawa ke rumah sakit dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Dasco di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses penyelamatan belum sepenuhnya selesai. Meski demikian, ia berharap tidak ada tambahan korban jiwa dalam insiden tersebut.

BACA JUGA: KRL dan KA Argo Bromo Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Evakuasi Penumpang Berlangsung

Menurutnya, petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan evakuasi, terutama karena beberapa penumpang terjebak di dalam gerbong dan ruang untuk proses penyelamatan cukup sempit.

“Ada penumpang yang masih terjepit, ditambah akses evakuasi yang terbatas sehingga prosesnya membutuhkan waktu,” ujarnya.

Dasco juga menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas kecelakaan yang terjadi. Ia berharap seluruh proses penanganan dapat segera diselesaikan dengan baik.

“Kita semua tentu sangat prihatin atas kejadian malam ini. Semoga evakuasi berjalan lancar dan korban dapat segera tertangani,” tambahnya.

Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan insiden bermula dari kecelakaan di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal, Bekasi.

Sebuah taksi dilaporkan tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), yang menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan rangkaian kereta harus berhenti mendadak di jalur tersebut.

Akibat berhentinya KRL secara tiba-tiba, KA Argo Bromo Anggrek yang berada di jalur belakang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang rangkaian KRL.

“Awalnya ada kendaraan taksi yang tertabrak di perlintasan dekat Bulak Kapal, sehingga KRL berhenti. Karena itu, KA Argo Bromo Anggrek yang berada di belakang kemudian mengalami tabrakan,” jelas Franoto.

Peristiwa ini langsung mendapat perhatian publik karena melibatkan kereta jarak jauh dan KRL dengan jumlah penumpang yang cukup banyak. Hingga kini, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.