Senin, Oktober 12, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Berita

KONSEKUENSI DAN DAMPAK YANG MUNGKIN TERJADI JIKA SERAPAN ANGGARAN FLPP 2026 TIDAK MENCAPAI TARGET MAKSIMAL

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Oktober 12, 2026
in Berita, Ekonomi
KONSEKUENSI DAN DAMPAK YANG MUNGKIN TERJADI JIKA SERAPAN ANGGARAN FLPP 2026 TIDAK MENCAPAI TARGET MAKSIMAL
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Erson Agustinus (Pengamat Perbankan & Praktisi Residensial)

Press release penyerapan KPR FLPP baru mencapai 50,62 persen per 9/10/2026 dari kuota tahun 2026 sebesar 350.000 unit.

Related posts

Dukung Pariwisata dan Bisnis Lampung, Prashanti Hotel Gelar Topping Off, Siap Beroperasi pada 2027

Dukung Pariwisata dan Bisnis Lampung, Prashanti Hotel Gelar Topping Off, Siap Beroperasi pada 2027

Oktober 10, 2026
SINERGITAS PENGEMBANG DAN BANK PENYALUR FLPP MENGEJAR TARGET KPR SUBSIDI YANG MASIH MENCAPAI 50,62 PERSEN

SINERGITAS PENGEMBANG DAN BANK PENYALUR FLPP MENGEJAR TARGET KPR SUBSIDI YANG MASIH MENCAPAI 50,62 PERSEN

Oktober 10, 2026

Realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) baru mencapai 177.161 unit, masih tersisa kuota FLPP sebanyak 171.789 unit untuk sampai akhir Desember 2026 yang hanya tersisa waktu 2,5 bulan lagi saja.

Konsekuensi Kemungkinan Terjadi Jika Anggaran FLPP Tidak Terserap 100 Persen

Dalam mekanisme pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta program perumahan bersubsidi, apabila kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tidak habis terserap hingga akhir tahun anggaran, terdapat beberapa konsekuensi administratif, fiskal, maupun evaluasi kebijakan yang lazim terjadi :

1. Sisa Anggaran Masuk Kembali Ke Kas Negara (Silpa)

Dana FLPP bersumber dari APBN yang dikelola oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan disalurkan melalui bank penyalur. Jika hingga akhir tahun anggaran kuota tidak terserap sepenuhnya, maka sisa dana alokasi tersebut akan dicatat sebagai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) untuk tahun anggaran tersebut dan dikembalikan atau disesuaikan dalam pembukuan kas negara.

2. Evaluasi Penentuan Kuota Untuk Tahun Anggaran Berikutnya

Pemerintah (Kementerian Keuangan bersama Kementerian Perumahan/PUPR dan BP Tapera) menggunakan data penyerapan tahun berjalan sebagai tolok ukur (baseline) untuk merencanakan kuota tahun depan :

• Potensi Koreksi/Penyesuaian: Jika penyerapan rendah dan kuota tersisa sangat banyak, pemerintah cenderung lebih berhati-hati atau bahkan melakukan penyesuaian (bisa berupa penyesuaian target atau restrukturisasi skema) agar alokasi anggaran negara lebih efisien dan tepat sasaran pada tahun berikutnya.

• Refocusing Anggaran: Dana yang tidak terserap tidak otomatis hilang atau mangkrak selamanya, tetapi alokasinya untuk tahun-tahun ke depan akan dievaluasi ulang berdasarkan kemampuan serapan nyata di lapangan agar tidak terjadi idle fund (dana menganggur) yang terlalu besar.

3. Evaluasi Kinerja Penyaluran Bank Dan Ekosistem Perumahan

Sisa kuota yang menumpuk atau tidak habis juga menjadi bahan evaluasi bagi bank penyalur (konvensional maupun syariah) serta asosiasi pengembang perumahan (seperti REI, Apersi, dll.). Hal ini biasanya mengindikasikan adanya hambatan di lapangan, seperti :

• Hambatan likuiditas atau seleksi ketat dari perbankan terhadap profil risiko MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

• ​Kendala pasokan rumah (backlog suplai) yang belum memenuhi standar layak huni atau belum tersertifikasi dengan baik.

• ​Daya beli masyarakat di daerah tertentu yang melambat sehingga realisasi akad kredit tertunda.

*Dampak Jika Terjadi Pengurangan Kuota FLPP*

1. Terhambatnya Target Penurunan Angka Backlog Perumahan

Backlog (kekurangan kepemilikan rumah) di Indonesia sudah sangat tinggi. Tidak terserapnya kuota FLPP mencerminkan adanya ketidakcocokan (mismatch) antara kebutuhan di lapangan dengan eksekusi program. Akibatnya :

• Target nasional untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi MBR semakin sulit tercapai.

• ​Masyarakat miskin atau pekerja informal/faktor buruh semakin kesulitan mengakses rumah layak huni karena terhalang aturan administratif atau ketatnya penyaringan profil risiko (seperti pengecekan SLIK OJK/BI Checking) di tengah mandeknya fleksibilitas penyaluran.

2. Menurunnya Geliat Ekonomi Turunan (Multiplier Effect)

Pembangunan perumahan subsidi memicu aktivitas di lebih dari 170-185 industri ikutan (seperti semen, besi, genteng, jasa angkutan, hingga tenaga kerja lokal). Jika penyerapan loyo :

• ​Pertumbuhan ekonomi di sektor konstruksi kerakyatan akan mengalami perlambatan.

• ​Potensi penciptaan lapangan kerja baru di sektor informal maupun formal terhenti.

Tags: erson agustinusflppperumahan
Previous Post

Dukung Pariwisata dan Bisnis Lampung, Prashanti Hotel Gelar Topping Off, Siap Beroperasi pada 2027

RECOMMENDED NEWS

Rozali Ahsan

Ali CCTV Bertumbuh Lebih dari 7 Tahun, Ini Prinsip yang Dijaga

9 bulan ago
destinasi wisata

5 Destinasi Wisata Terbaik di Lampung Tujuan Liburan Nataru

2 tahun ago
anderian kamo -kompass (Komunitas Mahasiswa Papua Se-sumatera)

Mahasiswa Papua Se-Sumatera Gelar Mubes dan Temu Natal KOMPASS 2026

9 bulan ago
tetesan hujan cerpen

Cerpen: Tetesan Hujan yang Mengukir Jejak Rindu

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    427 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • KONSEKUENSI DAN DAMPAK YANG MUNGKIN TERJADI JIKA SERAPAN ANGGARAN FLPP 2026 TIDAK MENCAPAI TARGET MAKSIMAL
  • Dukung Pariwisata dan Bisnis Lampung, Prashanti Hotel Gelar Topping Off, Siap Beroperasi pada 2027
  • SINERGITAS PENGEMBANG DAN BANK PENYALUR FLPP MENGEJAR TARGET KPR SUBSIDI YANG MASIH MENCAPAI 50,62 PERSEN

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com