Merapah.com, Bandar Lampung – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pengembang Indonesia (PI) se-Sumatera diselenggarakan di Hotel Azana, Bandar Lampung, Senin, 13 Juli 2026. Acara tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat sinergi antara pengembang, pemerintah, dan sektor perbankan dalam mendukung penyediaan perumahan. Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi pengembang di daerah agar dapat segera ditindaklanjuti di tingkat pusat.

Ketua DPP Pengembang Indonesia (PI), Barkah Hidayat, mengatakan pelaksanaan Rakorwil tersebut merupakan inisiatif DPD PI Lampung. Inisiatif tersebut muncul setelah DPP PI menggelar pertemuan antara para pengembang dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), BP Tapera, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Menurutnya, pertemuan tersebut memberikan manfaat bagi para anggota sehingga perlu dilanjutkan dalam forum di tingkat wilayah.
“Inisiatif dimulai dari Lampung. Lampung menginisiasi untuk bisa melaksanakan rapat koordinasi wilayah se Sumatera di sini. Dan ini memicu daerah lain. Ada Jawa yang ingin melaksanakan, kemudian Sulawesi dan sebagainya. Ini jadi pionir untuk pelaksanaan hal seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, Rakorwil akan menjadi wadah bagi pengembang di daerah untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi kepada pemerintah maupun lembaga keuangan. Melalui acara tersebut, DPP PI akan berupaya menjembatani persoalan, mulai dari perizinan hingga pembiayaan, agar proses pembangunan perumahan dapat berjalan lebih cepat dan memenuhi persyaratan pembiayaan perbankan.
“Pertemuan seperti tiga minggu lalu itu mengatasi permasalahan di daerah. Maka kita pertemukan dengan para stakeholder. Ketika ada masukan-masukan, kita coba atasi di tingkat pusat. Bahkan kita hadirkan DPD-nya sehingga pemerintah pusat tahu masalahnya. Itu yang lebih mempercepat mata rantai permasalahan bisa diatasi,” ujarnya.
Ia juga menilai peluang mewujudkan target pembangunan rumah nasional masih terbuka lebar. Menurutnya, jika pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap hingga tingkat kecamatan, maka kontribusi pengembang terhadap program penyediaan rumah akan semakin besar.
Selain itu, ia mengatakan DPP PI akan terus memperkuat komunikasi antara pengembang dengan sektor perbankan. Menurutnya, jejaring yang dimiliki organisasi telah mempermudah anggota menjalin hubungan dengan pihak bank sehingga berbagai persoalan pembiayaan dapat lebih cepat ditindaklanjuti.
“Saya yakin sebetulnya dengan semangat kawan-kawan luar biasa. Ketika mereka kemarin susah masuk ke bank, saya pertemukan dengan Direksi BSI. Setelah itu kepala-kepala cabang langsung minta bertemu, termasuk di Lampung. Dengan network seperti itu lebih mudah untuk berkomunikasi dan memberikan masukan yang lebih cepat,” ujarnya.









