Merapah.com, Bandar Lampung – Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Lampung menggelar Pertemuan Ilmiah Respirologi (PIR) 2026 di Ballroom Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Minggu (19/7/2026).
Mengusung tema “Good Lung Is Your Best Investment“, kegiatan tersebut diikuti 216 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia secara luring maupun daring sebagai upaya memperbarui pengetahuan tenaga kesehatan mengenai penyakit paru.

Ketua PDPI Cabang Lampung, Dr. dr. Retno Ariza, Sp.P(K), FCCP, FISR, mengungkapkan tren kasus kanker paru saat ini mulai bergeser dan semakin banyak ditemukan pada usia yang lebih muda dibandingkan beberapa tahun lalu.
BACA JUGA: PDPI Lampung Dorong Seluruh Kabupaten Memiliki Dokter Spesialis Paru
“Dulu rata-rata penderita kanker paru berada pada usia 60 tahun ke atas. Sekarang banyak ditemukan pada usia 40-an. Karena itu edukasi dan upaya pencegahan harus semakin diperkuat,” katanya.
Menurut Retno, perubahan pola penyakit tersebut menjadi alarm bagi seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru. Salah satu faktor risiko terbesar yang masih menjadi penyebab meningkatnya penyakit paru adalah kebiasaan merokok.
Ia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan paru merupakan investasi jangka panjang yang harus dimulai sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung antioksidan, menghindari paparan polusi, serta tidak merokok.
“Kalau kita menjaga paru sejak sekarang, investasi kesehatan kita tidak akan boncos. Sebaliknya, jika paru tidak dijaga, berbagai penyakit akan lebih mudah muncul,” ujarnya.
BACA JUGA: PIR 2026 PDPI Lampung Diikuti 216 Peserta dari Seluruh Indonesia, Perbarui Ilmu Penanganan Penyakit Paru
Retno menilai edukasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembaruan ilmu bagi tenaga kesehatan. Berbagai hasil penelitian terbaru mengenai diagnosis maupun terapi penyakit paru perlu segera diterapkan agar pasien memperoleh pelayanan terbaik.
Menurutnya, pengendalian penyakit paru juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah. Ia menilai kebijakan pengendalian rokok dan penerapan kawasan bebas asap rokok harus diperkuat karena tenaga kesehatan tidak dapat bekerja sendiri.
“Ada daerah yang berhasil menerapkan kawasan bebas asap rokok karena adanya komitmen bersama. Artinya, pencegahan penyakit paru memerlukan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” jelasnya.
Selain menyelenggarakan PIR setiap tahun, PDPI Cabang Lampung juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat serta pengabdian di berbagai kabupaten dan kota agar informasi mengenai pencegahan penyakit paru semakin luas diterima masyarakat.
Melalui kegiatan ilmiah tersebut, PDPI berharap lahir tenaga kesehatan yang semakin kompeten sekaligus masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan paru sejak usia muda sebagai investasi terbaik untuk masa depan.







