Mitra Bentala dan Forkom Nettral Dorong Ekonomi Nelayan Pesisir Timur Lampung

Mitra Bentala dan Forkom Nettral Dorong Ekonomi Nelayan Pesisir Timur Lampung

Merapah.com, Bandar Lampung – Mitra Bentala bersama Forum Nelayan Tradisional Pesisir Timur Lampung (Forkom Nettral) melaksanakan diseminasi hasil kerja.

Kegiatan berlangsung di Emersia Hotel & Resort Bandar Lampung, Kamis, 28 Agustus 2025. Agenda ini menghadirkan pemerintah, NGO, pengusaha, dan masyarakat pesisir untuk memperkuat kolaborasi pengelolaan perikanan.

Forkom Nettral juga mendorong penguatan ekonomi keluarga nelayan melalui usaha dan konservasi lingkungan.

BACA JUGA: Mitra Bentala dan GPAP Bersihkan Pesisir Kota Karang dan Tanam 1.000 Mangrove

Inisiatif Nelayan Tradisional

Forkom Nettral hadir sebagai wadah nelayan untuk membahas isu dan pengelolaan perikanan berkelanjutan. Nelayan telah menjalankan berbagai inisiatif, mulai pengawasan mandiri, konservasi perairan, hingga usaha pengolahan hasil.

Mitra Bentala dan Forkom Nettral Dorong Ekonomi Nelayan Pesisir Timur Lampung.Inisiatif itu memperlihatkan potensi kekuatan lokal dalam menjaga sumber daya dan meningkatkan pendapatan. Namun, nelayan masih menghadapi kendala promosi produk, akses pasar, perizinan usaha, hingga harga tangkapan tidak stabil.

Forkom Nettral mengajak para pemangku kepentingan mendukung upaya nelayan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Sambutan Mitra Bentala

Direktur Mitra Bentala, Rizani, menyebut Forkom Nettral kini menaungi 600 nelayan tradisional. Ia menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 1.000 hingga 1.500 nelayan di Lampung Timur.

BACA JUGA: Mobil Terbaru di Indonesia 2025: Deretan Model Segar yang Wajib Dilirik

“Kesadaran nelayan menjaga lingkungan dan memperhitungkan aspek ekonomi sangat penting,” ujar Rizani.

“Forkom Nettral bisa menjadi contoh bagi nelayan lain untuk praktik konservasi,” tambahnya.

Rizani menekankan pentingnya peningkatan kapasitas nelayan dalam pemasaran produk hasil perikanan.

Dukungan Pemerintah Provinsi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni, menegaskan pentingnya menjaga ekosistem laut.

“Kalau tangkapan dilakukan dengan cara salah, rajungan akan habis,” tegas Liza.

Mitra Bentala dan Forkom Nettral Dorong Ekonomi Nelayan Pesisir Timur Lampung...

Ia menambahkan, pemerintah bersama mitra bentala terus membina masyarakat pesisir agar laut tetap terjaga.

Liza juga memaparkan capaian produksi perikanan di Provinsi Lampung. Produksi tahunan mencapai 4.449 ton, sementara ekspor menembus 14.600 ton. Udang menjadi salah satu komoditas unggulan dengan peningkatan produksi sebesar 15 persen atau sekitar 1,55 ton.

“Kegiatan ini kami harapkan membantu teman-teman nelayan dalam pemasaran,” tambahnya.

Perhatian pada Aspek Kesehatan

Sutrisno menekankan, keselamatan kerja harus menjadi budaya utama bagi nelayan. Ia mengajak nelayan selalu menggunakan APD demi melindungi diri saat bekerja. Produk olahan, tambahnya, sebaiknya mencantumkan nama, bahan, dan tanggal kadaluarsa agar konsumen merasa aman.

“Masyarakat akan semakin percaya ketika pelaku usaha mematuhi standar tersebut. Bahkan, dengan mengurus izin BPOM melalui puskesmas sebelum ke BPOM kota, usaha bisa lebih berkembang dan terhindar dari masalah hukum,” jelasnya.

BACA JUGA: Institut Teknologi Sumatera Meriahkan PPLK 2025 Bersama 4.929 Mahasiswa Baru

Kolaborasi untuk Masa Depan

Agenda ini menegaskan pentingnya kolaborasi nelayan, pemerintah, NGO, dan masyarakat pesisir. Forkom Nettral bersama mitra bentala berkomitmen memperkuat kapasitas nelayan serta menjaga ekosistem laut.

Direktur Mitra Bentala, Rizani, menyebut forum ini sebagai titik awal memperluas pemasaran produk. “Kegiatan ini membuka peluang pemasaran yang lebih luas,” ujarnya.

Kepala DKP Lampung, Liza Derni, menegaskan rajungan yang dikelola bijak memberi manfaat jangka panjang. Ia berharap forum nelayan menjadi contoh bagi kelompok lain agar meninggalkan praktik merusak.