Senin, Juli 20, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Berita

Dr. Suprihatin Ali Temukan Hambatan Utama Keberlanjutan Industri Kopi Lampung

Putri S by Putri S
Juni 4, 2026
in Berita
Penelitian doktoral Suprihatin Ali mengungkap ketidakpastian lahan dan tata niaga kopi menjadi penyebab utama kemiskinan petani kopi di Lampung.

Penelitian doktoral Suprihatin Ali mengungkap ketidakpastian lahan dan tata niaga kopi menjadi penyebab utama kemiskinan petani kopi di Lampung.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com, Bandar Lampung – Status Lampung sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia ternyata belum menjamin kesejahteraan petaninya. Temuan itu mengemuka dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Lingkungan di Fakultas Pascasarjana Multidisiplin Universitas Lampung (Unila), Rabu, 3 Juni 2026.

Dosen Administrasi Bisnis FISIP Unila, Suprihatin Ali, resmi meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya tentang model perilaku produksi berkelanjutan dalam industri kopi. Penelitian tersebut menyoroti persoalan hulu yang selama ini jarang mendapat perhatian.

Related posts

Kasus Kanker Paru Kini Banyak Menyerang Usia Produktif, PDPI Tekankan Pentingnya Edukasi dan Pencegahan

Kasus Kanker Paru Kini Banyak Menyerang Usia Produktif, PDPI Tekankan Pentingnya Edukasi dan Pencegahan

Juli 19, 2026
TB Masih Jadi Penyakit Mematikan, PDPI Minta Tenaga Kesehatan Terus Perbarui Ilmu Penanganan

TB Masih Jadi Penyakit Mematikan, PDPI Minta Tenaga Kesehatan Terus Perbarui Ilmu Penanganan

Juli 19, 2026

Riset itu melibatkan 405 petani kopi di Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Utara, dan Way Kanan. Penelitian juga diperkuat wawancara dengan 16 pemangku kepentingan industri kopi.

 

BACA JUGA: MIA FEB Universitas Lampung Gelar Field Study ke Baiwang Co., Ltd. Beijing

 

Kemiskinan dan Sengkarut Lahan Jadi Persoalan Utama

Penelitian Suprihatin menemukan bahwa tata niaga konvensional dan ketidakpastian hak lahan masih menjadi hambatan besar bagi petani kopi. Kondisi tersebut membuat petani sulit meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Riset terhadap 405 petani kopi Lampung menemukan petani lebih mudah menerima inovasi melalui kebun percontohan dibanding sosialisasi formal.
Riset terhadap 405 petani kopi Lampung menemukan petani lebih mudah menerima inovasi melalui kebun percontohan dibanding sosialisasi formal.

Menurutnya, perhatian publik selama ini lebih banyak tertuju pada bisnis kopi di sektor hilir. Sementara itu, petani di tingkat produksi justru menghadapi tekanan ekonomi dan persoalan hukum lahan.

“Selama ini ada bias dalam melihat industri kopi. Publik sibuk mengagumi tren minum kopi di hilir, namun melupakan bahwa di hulu, petani kita menghadapi impitan ekonomi luar biasa dan ketidakpastian hukum atas lahan yang mereka garap. Tanpa jaminan kesejahteraan dan keadilan lahan bagi petani kecil di hulu, narasi tentang ‘kopi berkelanjutan’ yang ramah lingkungan hanya akan menjadi slogan kosong di pasar internasional,” ungkap Suprihatin Ali.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan industri kopi tidak bisa hanya dibangun melalui kampanye pemasaran. Pemerintah juga perlu menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi petani.

Tengkulak dan EUDR Tekan Posisi Petani

Penelitian ini juga menemukan fenomena trust paradox atau paradoks kepercayaan. Hubungan yang sangat kuat antara petani dan tengkulak ternyata berdampak negatif terhadap posisi tawar petani.

Petani masih bergantung pada modal dari pengepul tradisional. Akibatnya, mereka tidak memiliki keleluasaan dalam menentukan harga jual hasil panen.

Di sisi lain, tengkulak belum memberikan insentif bagi petani yang menerapkan praktik budidaya ramah lingkungan. Tidak adanya harga premium membuat petani kesulitan beralih ke sistem produksi berkelanjutan.

Situasi itu semakin berat dengan hadirnya regulasi Uni Eropa Anti-Deforestasi atau EUDR. Aturan tersebut menuntut produk kopi berasal dari lahan yang memenuhi standar keberlanjutan. Petani kecil berisiko kehilangan akses pasar global karena biaya sertifikasi masih tergolong tinggi.

Sementara itu, sistem perdagangan lokal belum mampu mendukung peningkatan pendapatan mereka.

 

BACA JUGA: Belajar Jurnalistik Langsung di Dapur Redaksi, 70 Mahasiswa Unila Intip Cara Media Bertahan di Era Digital

 

Petani Lampung Butuh Bukti Nyata

Riset ini juga membantah anggapan bahwa petani enggan berubah atau tidak peduli terhadap lingkungan. Suprihatin menemukan bahwa petani kopi Lampung justru bersikap rasional dalam mengambil keputusan.

Faktor pembelajaran observasional menjadi unsur paling dominan dalam mendorong perubahan perilaku bertani. Petani lebih mudah menerima inovasi jika melihat hasilnya secara langsung.

“Petani kita menghadapi risiko perut lapar setiap hari. Mereka tidak akan mengubah kebiasaan bertaninya hanya karena diberikan selebaran brosur atau diundang ke acara sosialisasi formal di hotel. Mereka butuh melihat pembuktian nyata (seeing is believing). Begitu ada kebun percontohan (demplot) di desa mereka yang terbukti menghasilkan panen melimpah tanpa merusak hutan, mereka akan langsung menirunya secara sukarela,” jelasnya.

Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis praktik dibandingkan sosialisasi yang bersifat seremonial.

 

BACA JUGA: Harga Kakao Lampung Melonjak, Petani Mulai Semangat Menanam

 

Rekomendasi untuk Menyelamatkan Industri Kopi

Berdasarkan hasil penelitian, Suprihatin mendorong pemerintah menghadirkan kepastian hak tenurial bagi petani. Langkah itu dinilai penting untuk menciptakan rasa aman dalam berinvestasi pada praktik pertanian berkelanjutan.

Ia juga merekomendasikan subsidi sertifikasi lingkungan bagi petani kecil. Selain itu, transparansi harga premium perlu diterapkan agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih adil.

Rekomendasi lainnya ialah mengalihkan sebagian anggaran sosialisasi menjadi pembangunan kebun percontohan berbasis komunitas. Program tersebut dinilai lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku petani di tingkat lapangan.

Melalui penelitian ini, Suprihatin menegaskan bahwa masa depan kopi Lampung tidak hanya ditentukan oleh pasar. Keberlanjutan industri juga bergantung pada kesejahteraan petani yang selama ini menjadi fondasi utama rantai produksi kopi.

Tags: beritaLampungsuprihatin aliUniversitas Lampung
Previous Post

Mahasiswa STAI NU Kotabumi Dapat Bekal Public Speaking dari Praktisi MC Senior Lampung

Next Post

Cuaca Lampung Hari Ini Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Siang Sore

Next Post
BMKG memprakirakan cuaca Lampung didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Jumat, 5 Juni 2026. Hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah saat siang dan sore.

Cuaca Lampung Hari Ini Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Siang Sore

Harga emas pada Jumat, 5 Juni 2026, tercatat melemah di sejumlah platform penjualan. Penurunan terjadi di tengah perhatian pasar terhadap suku bunga dan pergerakan dolar AS.

Harga Emas Hari Ini 5 Juni 2026 Turun, Antam dan Pegadaian Kompak Melemah

Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar

Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar

AFTERMYSKIN Buka Peluang Penghasilan dari Rumah, Ratusan Warga Lampung Antusias Ikuti Bootcamp Affiliate

AFTERMYSKIN Buka Peluang Penghasilan dari Rumah, Ratusan Warga Lampung Antusias Ikuti Bootcamp Affiliate

Polda Lampung Petakan Zona Rawan, Patroli Gabungan Siap Amankan Kebun PTPN IV

Polda Lampung Petakan Zona Rawan, Patroli Gabungan Siap Amankan Kebun PTPN IV

RECOMMENDED NEWS

Pelindo Kenalkan Dunia Kepelabuhan

Pelindo Kenalkan Dunia Kepelabuhan, Dorong Generasi Muda Melek Maritim

10 bulan ago
banjir di bandar lampung

Banjir Landa Bandar Lampung Renggut 4 Nyawa

1 tahun ago
hujan

Tips Aman Hadapi Cuaca Ekstrem di Liburan Nataru

2 tahun ago
cara menjaga kesehatan tulang

Masuk Usia 30? Ini Cara Menjaga Kesehatan Tulang

4 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    462 shares
    Share 185 Tweet 116
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    422 shares
    Share 169 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Kasus Kanker Paru Kini Banyak Menyerang Usia Produktif, PDPI Tekankan Pentingnya Edukasi dan Pencegahan
  • TB Masih Jadi Penyakit Mematikan, PDPI Minta Tenaga Kesehatan Terus Perbarui Ilmu Penanganan
  • PDPI Lampung Dorong Seluruh Kabupaten Memiliki Dokter Spesialis Paru

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com