BANDAR LAMPUNG, Merapah.com – Tidak banyak orang yang mampu menjaga keseimbangan antara karier profesional, pengabdian kepada perusahaan, dan kecintaan terhadap dunia kreatif. Namun hal itu berhasil dibuktikan oleh Rahmad Agus Nugroho atau yang akrab disapa RAN.
Pria kelahiran Bandar Lampung, 29 Agustus 1986, ini merupakan sosok yang menunjukkan bahwa profesionalisme tidak harus membatasi ruang untuk berkarya. Selama lebih dari 17 tahun, ia mengabdikan diri di PT Sucofindo Cabang Bandar Lampung, sembari terus aktif mengembangkan potensi di bidang teknologi informasi, seni budaya, hingga komunitas.
Mengawali Karier dan Menjadi Pegawai Adaptif
Perjalanan karier RAN di Sucofindo dimulai pada tahun 2008 sebagai Financial Account Officer. Seiring berjalannya waktu, ia dikenal sebagai pribadi yang adaptif dan siap mengambil tantangan baru. Kemampuan tersebut terlihat ketika ia dipercaya menjalankan peran ganda untuk mengelola infrastruktur jaringan teknologi informasi cabang pada periode 2017–2018.
Kemampuan beradaptasi itulah yang kemudian mengantarkannya meraih penghargaan nasional sebagai Best Employee Kategori Adaptif PT Sucofindo Tahun 2021. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya yang konsisten bagi perusahaan.
Saat ini, RAN mengemban tugas sebagai Sales Account Officer yang berfokus pada pengembangan pasar layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) serta kemitraan berbasis Green Skills di wilayah Lampung.
Terlibat dalam Program Strategis Nasional
Di lapangan, kiprahnya tidak hanya sebatas aktivitas pemasaran. Pemegang sertifikasi internasional MTCNA ini juga terlibat langsung dalam berbagai program strategis nasional.
Pada sektor keamanan pangan, ia berperan sebagai Asisten Auditor Keamanan Pangan dalam proses verifikasi standar HACCP untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pesawaran.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, RAN turut menjadi verifikator lapangan yang membantu pelaku UMKM memahami dan memenuhi persyaratan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Peran tersebut tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan daya saing produk mereka.
Sementara pada sektor infrastruktur, ia dipercaya sebagai Asisten Inspektur pihak ketiga dalam pengawasan teknis proyek kabel laut PLN di Pulau Pahawang, salah satu proyek penting yang mendukung penguatan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan Lampung.
Aktif Berbagi Pengetahuan dan Motivasi
Kemampuan komunikasi publik yang dimilikinya juga membuat RAN kerap dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan. Sebagai pemegang gelar Certified Motivation Trainer (C.MTr.), ia pernah berbagi pengalaman dan wawasan dalam Lokakarya Pemasaran Layanan Bisnis di Universitas Lampung.
Kemampuannya berkomunikasi dengan berbagai kalangan menjadi salah satu modal penting dalam membangun jejaring sekaligus memperluas dampak positif dari profesinya.
Loyalitas yang Tak Pernah Surut
Meski telah memiliki rekam jejak panjang dan kontribusi yang luas bagi perusahaan, status ketenagakerjaan RAN hingga kini masih tercatat sebagai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat dan loyalitasnya dalam bekerja.
Selama bertahun-tahun, ia terus menunjukkan komitmen yang sama, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta menjaga profesionalisme dalam setiap penugasan. Berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang perjalanan karier justru membentuk ketangguhan mental dan kedewasaan sikapnya.
Menjaga Api Kreativitas dan Kecintaan pada Budaya
Di luar dunia kerja, RAN dikenal sebagai sosok yang aktif berkarya di bidang seni dan budaya. Kreativitasnya membawanya masuk dalam Top 5 Finalis Nasional Kompetisi Video Budaya 2022 melalui karya berjudul “TAPIS – Adiluhung Wastra Lampung”. Karya tersebut menjadi bentuk kecintaannya terhadap budaya daerah sekaligus upaya memperkenalkan warisan Lampung kepada khalayak yang lebih luas.
Kecintaannya terhadap musik juga membuahkan pencapaian membanggakan. Sebagai mantan leader dan vokalis TAKERU Band, ia turut mencatatkan namanya dalam Buku Rekor MURI saat tampil bersama 1.308 musisi Lampung pada perhelatan Saburai Grand Jam tahun 2025.
Memimpin Komunitas dan Terus Belajar
Semangat kepemimpinan yang dimilikinya juga pernah dipercaya melalui amanah sebagai Ketua GenNext Sucofindo Lampung. Hingga kini, ia tetap aktif mengoordinasikan Tim Publikasi yang bertanggung jawab membangun hubungan media dan mendukung komunikasi korporat cabang.
Di tengah berbagai aktivitas tersebut, RAN tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan S1 Sistem Informasi di ITBA DCC sebagai bagian dari komitmennya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sebagai ayah dari dua anak, ia juga tetap meluangkan waktu untuk membangun kebersamaan melalui komunitas otomotif. Bersama rekan-rekannya di Sucofindo Lampung, ia aktif mengikuti kegiatan Sunday Morning Ride (Sunmori) yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus berbagi semangat positif.
Inspirasi dari Tanah Kelahiran
Kisah Rahmad Agus Nugroho menjadi gambaran tentang bagaimana dedikasi, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar dapat berjalan beriringan dengan kreativitas.
Di tengah tuntutan dunia kerja yang terus berubah, ia menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jabatan atau penghargaan, tetapi juga dari konsistensi untuk terus memberikan manfaat, menjaga integritas, dan tetap berkarya bagi lingkungan sekitarnya.
Dari ruang kerja hingga panggung seni, dari program nasional hingga komunitas lokal, RAN membuktikan bahwa pengabdian dan kreativitas dapat tumbuh bersama, menghadirkan inspirasi bagi generasi muda Lampung untuk terus melangkah, berkarya, dan tidak pernah berhenti belajar.









