Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home

Pesisir dalam Cengkeraman Abrasi: Strategi Mitigasi dan Adaptasi yang Mendesak

Putri S by Putri S
Juli 31, 2025
in Sosial
Merapah.com Pesisir dalam Cengkeraman Abrasi
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Pesisir yang dulu dipenuhi suara tawa anak-anak dan langkah nelayan kini kehilangan wajah cerianya. Gelombang demi gelombang terus menggerus jalan-jalan dan menelan bangunan hingga hanya menyisakan puing-puing. Laut telah menghapus jejak kehidupan desa itu, meninggalkan kenangan yang hanya tersisa dalam peta lama.

Abrasi terus menggerogoti banyak pesisir Indonesia, mengikis daratan tempat manusia berpijak secara diam-diam namun konsisten—bukan karena gempa atau tsunami, melainkan oleh gelombang yang tak henti menyerang. Jika kita tidak bertindak, kita hanya membiarkan garis pantai mundur tiap tahun tanpa perlawanan.

Related posts

Hujan deras yang mengguyur Desa Maja memicu tanah longsor yang merusak bagian belakang rumah warga di Dusun 2. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Destana dan Warga Sigap Tangani Longsor di Desa Maja

Mei 31, 2026
Para petani hadir di Panen Raya Jagung GNTI Pesawaran, dengan Rokhmin Dahuri mengoperasikan combine harvester sebagai simbol modernisasi pertanian.

Panen Raya Jagung GNTI di Pesawaran, Rokhmin Dahuri Kemudikan Combine Harvester di Tengah Hamparan Ladang

Mei 31, 2026

BACA JUGA: Strategi Bisnis Red Ocean vs Blue Ocean: Bertarung atau Ciptakan Pasar Sendiri?

Ulah Manusia Memperparah Abrasi

Abrasi pantai adalah bentuk erosi oleh gelombang laut, arus, dan pasang surut yang mengikis daratan secara bertahap. Meski terlihat alamiah, nyatanya fenomena ini semakin parah karena campur tangan manusia—mulai dari pembabatan mangrove, pembangunan tanpa kajian lingkungan, hingga penambangan pasir laut secara masif.

Laporan resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Status Lingkungan Hidup Indonesia 2022 menyebutkan bahwa sekitar 42% garis pantai Indonesia mengalami abrasi dalam tingkat sedang hingga berat, mengancam lebih dari 1.600 kilometer wilayah pesisir nasional (KLHK, 2022).

Desa-Desa Pesisir Kehilangan Daratan

Kerusakan terparah umumnya terjadi di daerah padat penduduk seperti pantai utara Jawa (Demak, Pekalongan, Subang), dan pantai timur Sumatra termasuk Lampung dan Riau.

Di Demak, misalnya, abrasi telah menenggelamkan beberapa desa secara permanen, membuat masyarakatnya harus tinggal di atas rumah panggung atau bahkan pindah tempat tinggal.

Hingga tahun 2020, abrasi di Demak telah menghilangkan lebih dari 800 hektare lahan produktif, sebagaimana dilaporkan oleh Mongabay Indonesia.

Infrastruktur Tanggul Tidak Menyelesaikan Masalah

Pemerintah memang telah membangun tanggul laut atau pemecah ombak di beberapa wilayah pesisir. Namun, pendekatan teknokratis dan jangka pendek ini justru sering menimbulkan masalah baru. Tanggul-tanggul itu membelokkan gelombang laut, yang akhirnya mempercepat abrasi di titik pesisir lain.

Selain itu, banyak infrastruktur yang cepat rusak karena tidak sesuai dengan karakteristik pesisir tropis yang dinamis. Sebaliknya, solusi berbasis alam atau ekosistem terbukti lebih efektif dan berkelanjutan. Salah satunya adalah restorasi mangrove. Hutan mangrove yang sehat mampu meredam energi gelombang laut hingga 70-90% sebelum mencapai daratan.

Restorasi Mangrove Memperlambat Laju Abrasi

Universitas Nusa Cendana meneliti bahwa kawasan dengan tutupan mangrove mengalami abrasi 5 kali lebih lambat dibanding kawasan terbuka (Undana, 2023).

Sayangnya, menurut BRGM, hanya sekitar 40% dari total ekosistem mangrove Indonesia yang masih dalam kondisi baik, sementara sisanya rusak atau kritis (brgm.go.id).

Teknologi Mikroba Kuatkan Akar Mangrove

Di sisi lain, penggunaan teknologi mikroba seperti BioReMang G1 yang dikembangkan oleh BRIN juga menjanjikan hasil positif. Mikroba ini membantu memperkuat akar tanaman mangrove dan meningkatkan tingkat hidup bibit saat proses rehabilitasi, seperti yang dilakukan di Demak, Jawa Tengah (Antara News, 2023).

Namun, mitigasi saja tidak cukup. Adaptasi adalah strategi yang harus berjalan berdampingan. Adaptasi berarti mempersiapkan masyarakat untuk hidup bersama risiko abrasi—bukan hanya menghindarinya. Pemerintah dan masyarakat dapat melakukan ini dengan menata ruang pesisir, mengedukasi kebencanaan, dan membangun hunian ramah lingkungan.

Di Desa Bedono, warga yang kehilangan daratan akibat abrasi telah membangun rumah panggung, mengganti transportasi darat dengan perahu kecil, dan aktif menanam kembali mangrove untuk menjaga sisa wilayah mereka.

BACA JUGA: Afirmasi Positif: 10 Kutipan Penulis Dunia yang Menguatkan di Hari Senin

Kebijakan Nasional Harus Diperkuat di Daerah

Agar adaptasi dan mitigasi berjalan optimal, kebijakan nasional harus benar-benar berpihak pada keberlanjutan. UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sudah memberikan kerangka hukum yang cukup kuat.

Tapi dalam praktiknya, masih banyak daerah yang belum memiliki peta zonasi pesisir atau belum menjalankan penegakan hukum secara serius terhadap pelanggaran lingkungan.

Sementara itu, data dari BRIN menunjukkan bahwa banyak pemerintah daerah belum memiliki sistem monitoring abrasi berbasis digital yang real time.

Publik Harus Bergerak Menyelamatkan Pesisir

Kesadaran publik juga menjadi elemen penting dalam perjuangan melawan abrasi. Pemerintah, sekolah, media, dan komunitas sipil harus mendorong kampanye penyelamatan pesisir dengan lebih kuat.

Kita perlu membangun narasi bahwa menjaga pesisir bukan sekadar urusan lingkungan, tapi juga urusan kemanusiaan—tentang menjaga tanah tempat orang tinggal, tempat anak-anak belajar berenang, dan tempat nelayan mencari nafkah.

Abrasi Adalah Peringatan Kegagalan Tata Kelola Pesisir

Abrasi bukan ancaman fiksi masa depan. Ia nyata dan sudah hadir hari ini, di kampung-kampung pesisir yang makin menyempit.

Jika masyarakat dan pemerintah tidak segera merestorasi ekosistem, mengedukasi publik, dan memperkuat hukum serta tata ruang, mereka berisiko kehilangan garis pantai Indonesia—hingga kelak hanya tersisa dalam buku sejarah atau foto-foto lama.

Sudah waktunya kita berhenti melihat abrasi sebagai sekadar kerusakan lingkungan. Ia adalah peringatan keras bahwa tata kelola wilayah pesisir kita lemah.

Dan seperti halnya air laut yang selalu mencari celah, abrasi akan terus bergerak masuk ke daratan—menghapus rumah, sekolah, bahkan jejak sejarah suatu daerah—jika kita tetap diam dan lamban.

Tags: abrasiberitaCuacaKelautanOpinipendidikanpesisirwilayah pesisir
Previous Post

Bazar Kuliner Ciplaz Foodventure Berlangsung Meriah

Next Post

Aksi 1000 Lilin Wafatnya Pratama Wijaya, Mahasiswa Unila Serukan Kampus Aman Tanpa Kekerasan

Next Post
Aksi 1000 Lilin Wafatnya Pratama Wijaya 3

Aksi 1000 Lilin Wafatnya Pratama Wijaya, Mahasiswa Unila Serukan Kampus Aman Tanpa Kekerasan

mengajarkan agama kepada anak

Cara Mengenalkan Agama kepada Anak Sejak Dini dengan Menyenangkan

Program edukatif PTPN IV Regional VII bertajuk PalmCo Goes to School.

PTPN IV Regional VII Perkenalkan Dunia Sawit ke Siswa SMKN Pertanian Lampung

SR 12 Gelar Seminar Akbar bertema Lampung Bersinar dengan SR12.

SR 12 Gelar Seminar Akbar di Lampung, Edukasi dan Promo Produk Andalan

cuaca lampung potensi hujan angin kencang

Cuaca di Lampung Hari Ini, Warga Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang

RECOMMENDED NEWS

Era Baru Wajah PMII Kota Denpasar

Era Baru Wajah PMII Kota Denpasar

3 bulan ago
Bank Indonesia KPw Lampung Gelar FGD Bahas Strategi Penguatan Ekonomi 2026

Bank Indonesia KPw Lampung Gelar FGD Bahas Strategi Penguatan Ekonomi 2026

4 bulan ago
Merapah.com Masyarakat pesisir

Dampak Perubahan Iklim terhadap Kehidupan Masyarakat Pesisir: Apa yang Harus Kita Lakukan?

11 bulan ago
Hajatan Cabang FIFGROUP Lampung

Hajatan Cabang FIFGROUP Lampung Meriahkan Kota dengan Promo Spesial dan Aksi Sosial

10 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala National Exam olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Harga BBM Naik Lagi, Pertamax Kini Tembus Rp16.250 per Liter
  • Bocah di Vietnam Alami Retak Tulang Wajah Usai Jatuh dari Perosotan 
  • Harga Emas Antam Naik Lagi, Simak Rincian Terbarunya Hari Ini

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com