Senin, Oktober 26, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

FAKTOR PENYEBAB MELAMBATNYA DANA PIHAK KETIGA (DPK), LANGKAH ANTISPASI MAKRO OLEH OJK & BI

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Oktober 26, 2026
in Uncategorized
FAKTOR PENYEBAB MELAMBATNYA DANA PIHAK KETIGA (DPK), LANGKAH ANTISPASI MAKRO OLEH OJK & BI
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Erson Agustinus (Pengamat Perbankan)

Perlambatan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berbanding terbalik dengan tingginya ekspansi penyaluran kredit perbankan menjadi akar utama dari menyempitnya likuiditas di industri keuangan. Ketika pertumbuhan kredit melaju lebih cepat daripada kemampuan bank menghimpun dana masyarakat, rasio likuiditas seperti Loan to Deposit Ratio (LDR) akan meningkat dan memperketat ruang gerak pendanaan bank.

Related posts

fun fact sosiologi, Putri Fajar Andini. Foto iStock.

Di Balik Pilihan Pribadi, Ada Tekanan dan Ketimpangan Sosial?

Oktober 26, 2026
Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026

Faktor utama yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan DPK sehingga berujung pada pengetatan likuiditas:

1. Peningkatan Penggunaan Dana Internal Korporasi

Di tingkat korporasi dan dunia usaha, pemulihan atau ekspansi bisnis kerap kali dibiayai menggunakan cadangan kas internal atau laba ditahan ketimbang harus menarik utang baru atau menempatkan dana berlebih di perbankan. Akibatnya, pengendapan dana korporasi di simpanan giro atau deposito perbankan tidak bertumbuh secepat kebutuhan ekspansi sektor riil.

2. Penurunan Daya Beli dan Peningkatan Konsumsi Masyarakat

Dari sisi deposan ritel, tekanan inflasi serta kenaikan biaya hidup secara langsung memengaruhi kemampuan menabung masyarakat. Porsi pendapatan yang biasanya dialokasikan untuk mempertebal tabungan atau deposito perbankan tergerus oleh pengeluaran konsumsi sehari-hari, sehingga pertumbuhan DPK dari segmen rumah tangga mengalami perlambatan.

3. Pergeseran Alokasi Aset dan Instrumen Keuangan Alternatif

Sebagian pemilik dana besar (termasuk korporasi dan investor institusi) kerap memindahkan atau mendiversifikasikan likuiditas mereka ke instrumen investasi lain yang menawarkan imbal hasil (yield) menarik atau dipandang lebih strategis di luar produk DPK konvensional (seperti tabungan dan deposito biasa).

4. Ekspansi Kredit yang Agresif Tidak Diimbangi Kecepatan Funding

​Di sisi lain, permintaan kredit dari sektor riil menunjukkan tren yang tetap kuat atau bahkan melaju kencang. Ketika penyaluran kredit tumbuh di kisaran dua digit sementara laju penghimpunan DPK tertinggal jauh di bawahnya, otomatis kolam likuiditas yang tersedia di dalam sistem perbankan terkuras dengan cepat (mismatch antara funding dan lending).

Langkah Antisipasi Secara Makro

1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dari sisi pengawasan mikroprudensial dan stabilitas industri perbankan, OJK mengambil langkah-langkah preventif untuk meredam risiko perebutan dana yang dapat menggerus margin perbankan:

• Pengendalian Suku Bunga Khusus (Special Rate):
OJK secara intensif meminta perbankan, terutama bank-bank dengan penetrasi pendanaan besar, agar lebih tertib dan terukur dalam menawarkan special rate kepada deposan besar. Hal ini dilakukan untuk menghindari praktik “perebutan likuiditas tidak sehat” yang justru mendongkrak Cost of Fund (Biaya Dana) secara ekstrem dan menekan marjin bunga bersih (Net Interest Margin / NIM) bank.

• ​Intensifikasi Mitigasi Risiko Likuiditas (AL/NCD & AL/DPK):
OJK memperketat pengawasan terhadap indikator kesehatan likuiditas bank (seperti Aset Likuid terhadap Non-Core Deposit dan Aset Likuid terhadap DPK) agar bank tetap memiliki buffer yang aman dalam skenario tekanan penarikan dana maupun lambatnya pertumbuhan simpanan masyarakat.

• ​Mendorong Diversifikasi Instrumen Pendanaan:
OJK mendorong perbankan untuk tidak hanya mengandalkan DPK konvensional (tabungan/deposito ritel), tetapi juga mengoptimalkan alternatif pendanaan yang stabil, seperti penerbitan surat berharga (obligasi korporasi/NCD) yang sehat serta memperkuat penetrasi layanan digital (digital banking) untuk menjaring dana murah (CASA) secara berkelanjutan.

2. Bank Indonesia (BI)

Bank Indonesia berfokus pada pelonggaran likuiditas makroprudensial dan optimalisasi instrumen moneter guna memastikan perbankan memiliki bantalan dana yang cukup tanpa memicu perang suku bunga yang tidak sehat:

•. Penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah:
BI memangkas GWM rupiah rata-rata sebesar 2 poin persentase secara bertahap (untuk bank konvensional dari 9% menjadi 7%, dan bank syariah dari 7,5% menjadi 5,5%). Kebijakan ini diestimasi mampu menyuntikkan tambahan likuiditas ke sistem perbankan secara signifikan (sekitar Rp190 triliun), sehingga bank memiliki ruang lebih besar untuk menggerakkan likuiditasnya.

• ​Optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM):
BI terus mengoptimalkan penyaluran insentif KLM kepada bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas. Langkah ini berfungsi untuk mendistribusikan likuiditas secara merata ke kelompok perbankan yang membutuhkan, sekaligus menjaga fungsi intermediasi.

• ​Pelonggaran Rasio Likuiditas & Makroprudensial Pendukung:
Mempertahankan instrumen pendukung seperti mempertahankan kisaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di level yang seimbang serta memperpanjang kebijakan relaksasi LTV/FTV (Loan/Financing to Value) hingga 100% untuk sektor properti guna menjaga gairah pembiayaan di tengah ketatnya likuiditas DPK.

Melalui sinergi bauran kebijakan moneter yang akomodatif oleh BI dan pengawasan ketat terhadap kompetisi pendanaan oleh OJK, diharapkan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, risiko likuiditas tertangani dengan baik, dan fungsi intermediasi perbankan kepada perekonomian nasional tidak terhambat.

Previous Post

Relasi Sosial dan Perjuangan Ekonomi Masyarakat Kecil

Next Post

Ketimpangan Sosial dan Perjuangan Mencapai Kesejahteraan

Next Post
Persoalan kesempatan hidup yang tidak merata dapat dibaca melalui data sosial ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada Maret 2025 sebesar 8,47 persen

Ketimpangan Sosial dan Perjuangan Mencapai Kesejahteraan

Mengenal hak atas bantuan hukum, mekanisme pendampingan gratis, dan peran masyarakat dalam memahami hukum.

5 Fakta Menarik tentang Bantuan Hukum di Indonesia yang Perlu Diketahui

Perpustakaan FISIP Universitas Lampung. Foto: Putri F.

Menguji Eksistensi Perpustakaan di Lampung di Tengah Budaya Digital Mahasiswa

Kuliah Sambil Bekerja di Bandar Lampung, Biaya Hidup? Mimpi Masa Depan?

Kuliah Sambil Bekerja di Bandar Lampung, Biaya Hidup? Mimpi Masa Depan?

fun fact sosiologi, Putri Fajar Andini. Foto iStock.

Di Balik Pilihan Pribadi, Ada Tekanan dan Ketimpangan Sosial?

RECOMMENDED NEWS

M. Said Hasibuan

Komdigi Bersama Said Hasibuan Bahas Strategi Layanan Publik Cakap Digital

12 bulan ago
Polinela Gelar Sosialisasi K3 Kelistrikan di SMKN 9 Bandar Lampung

Polinela Gelar Sosialisasi K3 Kelistrikan di SMKN 9 Bandar Lampung

4 bulan ago
Prakiraan cuaca Lampung hujan lebat

Cuaca Lampung 26 Mei 2025: Hujan Lebat Disertai Petir

1 tahun ago
mengajarkan agama kepada anak

Cara Mengenalkan Agama kepada Anak Sejak Dini dengan Menyenangkan

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    428 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Tradisi, Kuasa, dan Perubahan Sosial di Desa
  • Kepekaan Sosial di Tengah Masyarakat: Mengapa Kita Mudah Menghakimi, tetapi Sulit Memahami?
  • Di Balik Pilihan Pribadi, Ada Tekanan dan Ketimpangan Sosial?

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com