Bandar Lampung, Merapah.com – Akraf Tapis menjadi salah satu pelaku UMKM wastra yang konsisten mengangkat identitas budaya Lampung melalui produk-produk berkualitas. Berbekal kualitas pengerjaan handmade dan kekuatan relasi, produk Akraf Tapis kini menjadi pilihan berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah hingga pejabat tingkat nasional yang mencintai produk khas Lampung.
Owner Akraf Tapis, Sohibul, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2010 tersebut mulai ditekuni secara serius pada 2020. Sejak itu, Akraf Tapis aktif mengikuti berbagai pameran di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Medan, hingga Lombok sehingga jangkauan pasarnya semakin luas.
“Awalnya jaringan kami masih terbatas sehingga produksi dan penerimaan pesanan belum maksimal. Namun seiring bertambahnya relasi dan kepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk, usaha ini terus berkembang dan kini sering diundang mengikuti berbagai kegiatan di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya saat mengikuti Pertemuan Ilmiah Respirologi (PIR) 2026 di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Minggu (19/7/2026).
Akraf Tapis menghadirkan berbagai produk berbahan kain tapis, mulai dari kain tapis, tas, tas selempang, peci, hingga beragam aksesori bernuansa khas Lampung. Motif yang diangkat di antaranya Belah Ketupat, Tapis Krui, dan Pucuk Rebung.
Seluruh produk dikerjakan secara handmade oleh Sohibul bersama keluarga dan para perajin dengan tetap mempertahankan nilai seni serta identitas budaya Lampung.
Harga kain tapis dibanderol mulai Rp400 ribu hingga Rp8 juta, tergantung tingkat kerumitan motif dan penggunaan benang emas. Sementara tas dijual mulai Rp150 ribu hingga Rp750 ribu, sedangkan peci dipasarkan mulai Rp75 ribu hingga Rp350 ribu.
Selain produk siap jual, Akraf Tapis juga melayani pesanan khusus (custom) sesuai kebutuhan pelanggan dengan tetap mempertahankan ciri khas motif tapis Lampung.
Salah satu keunggulan Akraf Tapis adalah telah menjadi pilihan para pelancong, tamu pemerintahan, hingga pejabat dari tingkat daerah maupun nasional yang ingin membawa buah tangan khas Lampung. Bahkan, sejumlah produk Akraf Tapis kerap digunakan sebagai cendera mata dalam berbagai agenda resmi pemerintah.
Berbeda dengan banyak pelaku usaha yang mengandalkan marketplace, Akraf Tapis memilih memperkuat jaringan relasi dan pelayanan secara langsung kepada pelanggan. Strategi tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun kepercayaan sekaligus menjaga kualitas layanan kepada konsumen.
“Pelanggan kami sebagian besar datang dari relasi dan rekomendasi. Mereka dapat memesan produk secara langsung melalui WhatsApp di nomor 0821-7783-4770,” kata Sohibul.
Pada ajang Pertemuan Ilmiah Respirologi (PIR) 2026, Akraf Tapis turut berpartisipasi mempromosikan produk-produk unggulannya kepada peserta dari berbagai daerah. Keikutsertaan ini menjadi salah satu upaya memperluas pasar sekaligus memperkenalkan wastra Lampung di tingkat nasional.
Meski permintaan pasar masih cukup baik, Sohibul mengakui tantangan terbesar saat ini adalah semakin berkurangnya jumlah perajin tapis karena banyak yang beralih profesi.
“Kami memilih memproduksi dalam jumlah yang lebih terbatas, tetapi kualitas tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Workshop Akraf Tapis berlokasi di Tanjung Gading, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung.
Menurut Sohibul, hingga kini produk tapis Lampung masih diminati wisatawan domestik maupun mancanegara serta tamu yang menghadiri berbagai kegiatan pemerintah dan swasta di Lampung.
“Alhamdulillah peminatnya masih terus ada. Kami berharap produk tapis Lampung semakin dikenal luas dan terus menjadi kebanggaan daerah,” tutupnya.












