Senin, Oktober 26, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Pendidikan

Gen Z dan Media Sosial: Ketika Ruang Digital Menjadi Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Oktober 26, 2026
in Pendidikan, Teknologi
Gen Z dan Media Sosial: Ketika Ruang Digital Menjadi Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

Gen Z dan Media Sosial: Ketika Ruang Digital Menjadi Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh: Putri Fajar Andini 

Merapah.com – Media sosial kini bukan sekadar tempat berbagi foto atau bertukar pesan. Bagi Generasi Z (Gen Z), ruang digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari mencari informasi, mengikuti tren, membangun pertemanan, hingga mengekspresikan identitas diri. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan penting: sejauh mana penggunaan media sosial memengaruhi kehidupan generasi muda?

Related posts

Perpustakaan FISIP Universitas Lampung. Foto: Putri F.

Menguji Eksistensi Perpustakaan di Lampung di Tengah Budaya Digital Mahasiswa

Oktober 26, 2026
Toyota Hadirkan T Intouch with Toyota Remote, Pertama Kali pada Kijang Innova Zenix

Toyota Hadirkan T Intouch with Toyota Remote, Pertama Kali pada Kijang Innova Zenix

Oktober 25, 2026

Besarnya penggunaan media sosial di Indonesia terlihat dalam laporan Digital 2025: Indonesia yang diterbitkan DataReportal. Laporan tersebut memperkirakan terdapat 143 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia pada Januari 2025. Angka ini setara dengan sekitar separuh populasi Indonesia pada periode tersebut.

Meski demikian, angka tersebut perlu dipahami secara tepat. Identitas pengguna tidak selalu mewakili individu yang berbeda karena satu orang dapat memiliki lebih dari satu akun. Data itu juga mencakup berbagai kelompok usia, sehingga tidak dapat digunakan sebagai angka khusus pengguna Gen Z.

Gambaran mengenai luasnya akses digital juga terlihat dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024. APJII mencatat penetrasi internet Indonesia mencapai 79,5 persen. Artinya, akses internet telah menjangkau sebagian besar penduduk Indonesia dan membuka ruang yang semakin luas bagi aktivitas masyarakat di dunia digital.

Dari Sarana Komunikasi Menjadi Ruang Pembentukan Identitas

Instagram, TikTok, dan berbagai platform lainnya menawarkan cara baru bagi Gen Z untuk berinteraksi. Melalui unggahan foto, video pendek, komentar, dan fitur pesan pribadi, pengguna dapat mempertahankan hubungan sosial sekaligus membangun jaringan pertemanan di luar lingkungan terdekatnya.

Media sosial juga menyediakan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan minat, kreativitas, dan pendapat. Sebagian pengguna memanfaatkannya untuk membagikan karya, mempromosikan usaha, mengikuti kegiatan komunitas, hingga memperoleh informasi pendidikan dan peluang kerja.

Namun, aktivitas di media sosial tidak hanya berkaitan dengan apa yang ingin ditampilkan pengguna, tetapi juga dengan bagaimana mereka ingin dipandang oleh orang lain. Jumlah pengikut, tanda suka, komentar, dan tayangan dapat menjadi bentuk umpan balik sosial yang diperhatikan sebagian pengguna.

Dalam situasi tertentu, keinginan memperoleh pengakuan tersebut dapat mendorong seseorang untuk terus memperbarui konten atau membandingkan kehidupannya dengan apa yang ditampilkan orang lain. Padahal, kehidupan yang terlihat di media sosial sering kali merupakan potongan pengalaman yang telah dipilih dan disunting, bukan gambaran utuh kehidupan seseorang.

Ketika Penggunaan Media Sosial Menjadi Persoalan

Perkembangan media sosial membawa manfaat, tetapi juga menimbulkan perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda. Persoalannya bukan semata-mata terletak pada keberadaan platform digital, melainkan juga pada pola penggunaan, jenis konten yang dikonsumsi, pengalaman pengguna, dan kondisi sosial di sekitarnya.

Peringatan mengenai persoalan ini disampaikan dalam laporan Social Media and Youth Mental Health yang diterbitkan U.S. Surgeon General pada 2023. Laporan tersebut menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan risiko bagi kesehatan mental dan kesejahteraan anak serta remaja.

Laporan itu juga mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa hingga 95 persen remaja berusia 13–17 tahun di Amerika Serikat menggunakan media sosial, sementara lebih dari sepertiganya melaporkan menggunakannya hampir terus-menerus. Angka tersebut berasal dari konteks Amerika Serikat, sehingga tidak dapat langsung dianggap menggambarkan perilaku remaja Indonesia.

Meski demikian, temuan tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan intensitas penggunaan media sosial pada kelompok usia muda. Penggunaan yang mengganggu waktu tidur, kegiatan belajar, aktivitas fisik, atau hubungan sosial secara langsung patut menjadi perhatian.

Kehati-hatian juga diperlukan ketika membicarakan hubungan media sosial dan kesehatan mental. Tidak semua pengguna mengalami dampak yang sama. Karena itu, menyimpulkan bahwa media sosial secara langsung menyebabkan gangguan mental pada seluruh Gen Z merupakan generalisasi yang tidak didukung oleh bukti yang memadai.

Bukan Sekadar Membatasi, tetapi Membangun Kesadaran Digital

Menghadapi fenomena ini, pendekatan yang hanya menyalahkan Gen Z tidak cukup. Media sosial telah menjadi bagian dari sistem komunikasi, pendidikan, hiburan, dan ekonomi digital. Tantangannya adalah memastikan pengguna mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengabaikan kebutuhan di luar ruang digital.

Literasi digital menjadi salah satu langkah penting. Pengguna perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, mengenali konten menyesatkan, menjaga privasi, dan memahami bahwa jumlah pengikut maupun tanda suka tidak menentukan nilai diri seseorang.

Keluarga dan lingkungan pendidikan juga memiliki peran dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. Pembicaraan mengenai durasi penggunaan, waktu istirahat, kualitas tidur, dan keseimbangan aktivitas dapat dilakukan tanpa langsung memberikan stigma kepada pengguna.

Di sisi lain, platform digital dan pembuat kebijakan perlu memperhatikan keselamatan pengguna muda, termasuk perlindungan data pribadi, penanganan perundungan daring, dan akses terhadap informasi yang sesuai dengan usia.

Pada akhirnya, persoalan Gen Z dan media sosial bukan hanya tentang seberapa lama seseorang menatap layar, melainkan juga tentang bagaimana teknologi membentuk cara manusia berkomunikasi, menilai diri sendiri, dan memahami dunia di sekitarnya.

Media sosial dapat menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan membangun hubungan. Namun, ruang tersebut tetap perlu digunakan secara sadar. Kemampuan untuk terhubung dengan banyak orang akan lebih bermakna ketika generasi muda juga mampu menjaga hubungan dengan dirinya sendiri dan lingkungan nyata di sekitarnya.

Referensi

  1. DataReportal. (2025). Digital 2025: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia
  2. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2024). Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024. https://apjii.or.id/
  3. U.S. Surgeon General. (2023). Social Media and Youth Mental Health: The U.S. Surgeon General’s Advisory. https://www.hhs.gov/surgeongeneral/priorities/youth-mental-health/social-media/index.html
Tags: gen zpendidikanputri fajar andinisosialSosiologiTeknologi
Previous Post

Rycko Menoza Siapkan Golkar Kawal Pembangunan Bandar Lampung

Next Post

Relasi Sosial dan Perjuangan Ekonomi Masyarakat Kecil

Next Post
Relasi Sosial dan Perjuangan Ekonomi Masyarakat Kecil

Relasi Sosial dan Perjuangan Ekonomi Masyarakat Kecil

FAKTOR PENYEBAB MELAMBATNYA DANA PIHAK KETIGA (DPK), LANGKAH ANTISPASI MAKRO OLEH OJK & BI

FAKTOR PENYEBAB MELAMBATNYA DANA PIHAK KETIGA (DPK), LANGKAH ANTISPASI MAKRO OLEH OJK & BI

Persoalan kesempatan hidup yang tidak merata dapat dibaca melalui data sosial ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada Maret 2025 sebesar 8,47 persen

Ketimpangan Sosial dan Perjuangan Mencapai Kesejahteraan

Mengenal hak atas bantuan hukum, mekanisme pendampingan gratis, dan peran masyarakat dalam memahami hukum.

5 Fakta Menarik tentang Bantuan Hukum di Indonesia yang Perlu Diketahui

Perpustakaan FISIP Universitas Lampung. Foto: Putri F.

Menguji Eksistensi Perpustakaan di Lampung di Tengah Budaya Digital Mahasiswa

RECOMMENDED NEWS

T-OPT Perluas Pasar Suku Cadang Toyota, Kini Hadir di Lebih dari 700 Toko dan Bengkel

T-OPT Perluas Pasar Suku Cadang Toyota, Kini Hadir di Lebih dari 700 Toko dan Bengkel

2 bulan ago
IPC TPK Panjang Tingkatkan Efisiensi Logistik Sumsel Lewat Pengembangan Layanan Terminal

IPC TPK Panjang Tingkatkan Efisiensi Logistik Sumsel Lewat Pengembangan Layanan Terminal

12 bulan ago
Pesisir Timur Lampung: Bersama Nelayan dan Pemerintah Perkuat Zona Konservasi

Pesisir Timur Lampung: Bersama Nelayan dan Pemerintah Perkuat Zona Konservasi

1 tahun ago
Merapah.com Disdikbud Lampung Thomas Amrico

35 SMA Negeri di Lampung Masuk Daftar Sekolah Unggulan, Ini Daftarnya

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia inspirasi Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    428 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Menguji Eksistensi Perpustakaan di Lampung di Tengah Budaya Digital Mahasiswa
  • 5 Fakta Menarik tentang Bantuan Hukum di Indonesia yang Perlu Diketahui
  • Ketimpangan Sosial dan Perjuangan Mencapai Kesejahteraan

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com