Merapah.com, Bandar Lampung – Interaksi antarmahasiswa lintas angkatan menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Internal Sociology League (ISL) 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Universitas Lampung (Unila). Kegiatan yang mengusung tema “Mainnya Total, Serunya Maksimal” tersebut memadukan kompetisi olahraga, e-sport, dan Lomba Cerdas Tepat (LCT).
ISL 2026 berlangsung selama tiga minggu pada setiap Sabtu dan Minggu, dimulai sejak 27 September 2026. Sejumlah cabang yang dipertandingkan meliputi badminton, Mobile Legends (ML), PlayStation (PS), LCT, dan futsal. Kegiatan juga dimeriahkan dengan dukungan suporter serta photo box untuk mengabadikan momen mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Ketua Pelaksana ISL 2026, Khansa Salsabila Elbar Banuwa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bidang Sumber Daya Organisasi (SDO) HMJ Sosiologi. Selain mempererat hubungan mahasiswa dalam satu angkatan, kegiatan ini diarahkan untuk membangun kedekatan antarmahasiswa dari angkatan yang berbeda.
“ISL tahun ini dilaksanakan karena memang program dari SDO sendiri, dan juga untuk meningkatkan kebersamaan ataupun solidaritas, entah itu dari angkatannya itu sendiri maupun antarangkatan. Jadi, untuk saling mengenal dan mempererat,” ujarnya.
Menurut Khansa, konsep kompetisi tetap mengedepankan semangat bertanding secara maksimal tanpa menghilangkan unsur hiburan. Kehadiran suporter dan photo box menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang lebih hidup selama perlombaan.
“Walaupun ini hanya perlombaan antarangkatan, tetap harus dilakukan secara maksimal dan all out. Tapi, walaupun kita mainnya serius, itu tidak menghilangkan keseruan dari kegiatan tersebut. Tetap ada seru-seruannya, seperti supporter-an dan photo box untuk mengabadikan momen,” jelasnya.
Selain menjadi ajang mempertemukan mahasiswa melalui kompetisi, ISL 2026 juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat di luar kegiatan akademik.
Ketua Bidang SDO HMJ Sosiologi, Naufal Athala, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa lintas angkatan, termasuk alumni dan dosen, menjadi bagian dari upaya memperluas relasi di lingkungan jurusan.
“Bidang SDO punya niat untuk menyatukan antarangkatan supaya bisa saling mengenal dan membangun relasi. Selain itu, ISL juga memberikan wadah bagi mahasiswa Sosiologi yang bersifat nonakademis untuk menyalurkan minat dan bakatnya, baik dalam bentuk e-sport maupun sport,” jelasnya.
Naufal menambahkan, ISL 2026 memiliki pembaruan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya dengan memasukkan LCT sebagai cabang perlombaan. Kehadiran cabang tersebut ditujukan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan intelektual.
“Yang paling tersorot tahun ini adalah kami membuat cabang perlombaan baru, yaitu LCT, karena rasanya dari tahun ke tahun belum ada cabang perlombaan yang mengasah kemampuan intelektual seperti LCT,” tuturnya.
Bagi mahasiswa baru, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengurangi jarak komunikasi dengan mahasiswa dari angkatan yang lebih senior. Hal itu dirasakan Nanda Riyan Pratama, mahasiswa baru Sosiologi 2026 yang ikut terlibat sebagai volunteer pada bagian acara.
Menurut Nanda, keterlibatannya dalam ISL membuat dirinya memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa dari angkatan atas yang sebelumnya belum terlalu dikenalnya.
“Menurut saya, ISL ini menjadi kesempatan untuk lebih mengenal kakak-kakak dari angkatan atas. Jadi, yang awalnya mungkin masih canggung untuk berinteraksi, melalui kegiatan ini bisa lebih dekat dan lebih nyaman untuk berkomunikasi,” ujarnya.
Nanda berharap pelaksanaan ISL berikutnya dapat menghadirkan suasana yang semakin kompak dan meriah. Ia juga mengusulkan adanya penambahan cabang perlombaan agar keterlibatan mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, semakin besar.
“Semoga ISL tahun depan bisa lebih kompak, lebih solid, lebih bagus, lebih heboh lagi. Apa pun yang bisa dikoreksi dari ISL tahun ini semoga tahun depan bisa diperbaiki. Semoga lombanya nambah juga,” harapnya.







