BANDAR LAMPUNG, Merapah.com — Azkiya Publishing bekerja sama dengan Kolumnis Institute meluncurkan novel berjudul Jenong karya Imas Sumiarsih, S.Pd., M.M., Sabtu (19/9/2026).
Peluncuran novel tersebut digelar secara daring dan menjadi bagian dari upaya mendorong budaya literasi serta produktivitas berkarya di tengah kesibukan profesi.
Imas Sumiarsih merupakan seorang kepala sekolah yang sehari-hari beraktivitas di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, ia tetap meluangkan waktu untuk menghasilkan karya sastra melalui novel Jenong.
Novel tersebut mengisahkan Karin, seorang perempuan yang berprofesi sebagai akademisi di salah satu perguruan tinggi. Di balik kehidupan akademiknya, Karin menghadapi persoalan dalam rumah tangga ketika pasangannya diduga memiliki tambatan hati lain.

Persoalan tersebut menjadi ujian tersendiri bagi Karin. Namun, ia memilih menghadapi gejolak rumah tangganya dengan sabar, tegar, dan tenang.
Karin tidak menceritakan persoalan yang dihadapinya kepada banyak orang. Ia memilih mencurahkan kegelisahannya kepada Sang Pemilik Alam Semesta Raya.
Alur cerita dalam Jenong disajikan melalui bab demi bab yang memberikan ruang bagi pembaca untuk memiliki penafsiran masing-masing. Melalui kisah tersebut, penulis ingin menyampaikan pesan bahwa setiap manusia memiliki ujian dalam kehidupannya dan setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menghadapinya.
Founder Azkiya Publishing, Nenny Makmun, menyambut baik terbitnya novel tersebut. Menurutnya, karya Imas menjadi contoh bahwa kesibukan dalam menjalankan profesi tidak menghalangi seseorang untuk tetap berkarya.
“Kita salute ya dengan adanya novel ini. Kepala sekolah masih bisa menyempatkan waktu sibuknya untuk menghasilkan karya literasi. Ini menjadi penyemangat untuk kita semakin berkarya,” ujar Nenny.
Nenny yang berprofesi sebagai guru di Bogor tersebut diketahui baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Negeri Malang.
Sementara itu, Direktur Kolumnis Institute, Asyil Aripatriansah atau yang akrab disapa Bang Acil, yang bertindak sebagai moderator dalam kegiatan tersebut berharap novel Jenong dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat.
Menurutnya, novel tersebut tidak hanya dapat dinikmati sebagai karya fiksi, tetapi juga membuka ruang diskusi dari perspektif keilmuan lainnya.
“Novel ini bisa ditanggapi oleh masyarakat secara fiksi maupun non-fiksi. Kalau fiksi, mungkin ada novel-novel berikutnya. Untuk non-fiksi, ada kajian syariah (hukum Islam) serta psikologi (kejiwaan dan kesehatan mental) yang dapat dibuat dalam bentuk artikel ilmiah,” kata Bang Acil.
Ia menilai sebuah karya sastra dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk melihat persoalan kehidupan dari berbagai perspektif.
Kegiatan peluncuran Jenong ditutup dengan komitmen Kolumnis Institute dan Azkiya Publishing untuk terus memberikan fasilitasi kepada masyarakat dalam pengembangan literasi dan karya intelektual.
Fasilitasi tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk para pegiat literasi di wilayah Lampung dan Jawa Barat.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua lembaga juga membuka ruang bagi lahirnya karya-karya baru sekaligus memperkuat ekosistem literasi yang dapat mempertemukan penulis, akademisi, pendidik, dan masyarakat.








