LAMPUNG, Merapah.com — Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri) dan Bina Cendekia Luhur resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam kegiatan KONGKOW Entrepreneur Pesantren yang digelar di BP SDM Provinsi Lampung, Sabtu (19/9/2026).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan pesantren sekaligus mendorong santri dan santriwati agar memiliki kemampuan kewirausahaan, keterampilan, serta kemandirian ekonomi.
Kegiatan yang mengusung semangat “Belajar, Berdaya, Berwirausaha” itu mempertemukan sejumlah tokoh pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan perwakilan pondok pesantren se-Provinsi Lampung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Rumah Ngaji Mahasantri Bina Cendekia Luhur sekaligus Direktur Litbang PPTQ Assahil, Dr. H. Abdurochman, M.Ed., Rektor UIMandiri Dr. Rustono Farady Marta, M.Med.Kom., Owner El-Thila & ATI Dr. Ir. Ghozali Timbaz, M.Sos., MMC., serta Dr. Fisman Bedi, M.Si.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai isu terkait pengembangan kewirausahaan pesantren, mulai dari membangun pola pikir kewirausahaan, menggali potensi santri, menciptakan kemandirian ekonomi, hingga membaca peluang usaha yang berbasis pada sumber daya lokal.
Dr. H. Abdurochman menekankan pentingnya pengembangan pesantren melalui riset, inovasi, jejaring, dan kolaborasi. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila didukung dengan sinergi berbagai pihak.
Sementara itu, Rektor UIMandiri Dr. Rustono Farady Marta memaparkan peluang pendidikan tinggi dan beasiswa yang dapat diakses oleh generasi pesantren.
Ia menilai keterampilan kewirausahaan menjadi salah satu bekal penting bagi santri di tengah perkembangan dunia yang semakin kompetitif.
“Kewirausahaan di kalangan pesantren bukan lagi menjadi tren, melainkan kebutuhan. Karena di era serba kompetitif ini, para santri dan santriwati perlu dibekali keterampilan lebih,” kata Rustono.
Menurutnya, pembekalan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi santri secara individu, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat terdampak secara signifikan. Sehingga di sinilah Kampus UIMandiri hadir memberikan pembekalan terkait,” ujarnya.
Selain perguruan tinggi, dunia usaha juga didorong untuk mengambil peran dalam pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.
Dr. Fisman Bedi, M.Si., menekankan pentingnya pesantren memiliki unit-unit usaha sebagai salah satu instrumen untuk mendukung keberlangsungan sekaligus pemberdayaan ekonomi pesantren.
Senada dengan hal tersebut, El-Thila menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pesantren di Lampung dalam pengembangan potensi usaha dan pemberdayaan ekonomi.
MoU UIMandiri-Bina Cendekia Luhur
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan MoU antara Universitas Indonesia Mandiri dan Bina Cendekia Luhur dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren, termasuk melalui akses pendidikan tinggi, riset, pengembangan inovasi, dan program pemberdayaan masyarakat.
Melalui KONGKOW Entrepreneur Pesantren, Rumah Ngaji Mahasantri Bina Cendekia Luhur juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan pesantren dan rumah ngaji sebagai ruang tumbuh generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga berkarakter, kreatif, produktif, dan mandiri.
Dengan sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, dan dunia usaha, pengembangan potensi santri diharapkan dapat berlanjut dari ruang pendidikan menuju kemampuan menciptakan peluang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.








