Jumat, Juli 17, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

Sempat Turun, Kini Produksi Kakao Lampung Mulai Melonjak

Putri S by Putri S
Mei 31, 2026
in Uncategorized
Produksi kakao Lampung turun sejak 2021 akibat tanaman tua dan serangan penyakit. Dinas Perkebunan menyebut produksi mulai membaik pada 2024–2025.

Produksi kakao Lampung turun sejak 2021 akibat tanaman tua dan serangan penyakit. Dinas Perkebunan menyebut produksi mulai membaik pada 2024–2025.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Dinas Perkebunan Provinsi Lampung mencatat produksi kakao mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan paling besar terjadi pada periode 2021 hingga 2023.

Produksi kakao Lampung mencapai 57.510 ton pada 2020. Jumlah itu turun menjadi 56.588 ton pada 2021.

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

Produksi kembali turun menjadi 48.200 ton pada 2022. Angka itu kembali merosot menjadi 45.639 ton pada 2023.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Desti Arisandi, mengatakan produksi kakao mulai menunjukkan perbaikan pada 2024 dan 2025.

“Dari data produksi dan luas lahan di atas, terjadi penurunan produksi kakao di Provinsi Lampung,” ujar Desti berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Lampung.

Ia menyebut penurunan produksi terjadi pada 2021 hingga 2023. Namun, produksi kembali meningkat pada 2024 dan 2025.

 

BACA JUGA: Hantavirus dari Tikus: Cara Menular, Gejala, dan Pencegahannya

 

Produktivitas kakao juga ikut turun dalam periode tersebut. Pada 2020, produktivitas mencapai 896 kilogram per hektare.

Angka itu turun menjadi 764 kilogram per hektare pada 2023. Kondisi tersebut menunjukkan penurunan hasil panen di tingkat petani.

Tanaman Tua Jadi Penyebab Utama

Desti Arisandi menyebut tanaman tua menjadi penyebab utama turunnya produksi kakao Lampung. Sebagian besar tanaman kakao rakyat telah berusia lebih dari 20 tahun.

“Tanaman yang sudah tua dan rusak mengalami penurunan produktivitas sehingga hasil panen per hektar menurun,” kata Desti.

Ia menjelaskan tanaman tua lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Kondisi itu membuat kualitas dan jumlah produksi terus menurun.

Selain faktor usia tanaman, petani juga menghadapi keterbatasan teknologi budidaya. Pemupukan dan pemangkasan belum berjalan optimal di sejumlah wilayah.

Dinas Perkebunan juga mencatat penggunaan bibit unggul masih terbatas. Sebagian petani masih menggunakan bibit lokal dengan produktivitas rendah.

Perubahan iklim ikut memperburuk kondisi perkebunan kakao Lampung. Curah hujan tidak menentu mengganggu pembungaan dan pembentukan buah.

“Suhu lebih panas dan musim ekstrem mengganggu pembungaan dan pembentukan buah kakao,” ujar Desti.

 

BACA JUGA: Wagub Lampung Apresiasi Panen Melon SMKN SPP, Dorong Inovasi Pertanian Berbasis Teknologi

 

Hama dan Penyakit Perparah Kondisi Kebun

Serangan hama dan penyakit juga mempercepat penurunan produksi kakao Lampung. Petani menghadapi ancaman di hampir seluruh sentra produksi.

Dinas Perkebunan mencatat serangan Penggerek Buah Kakao atau PBK masih tinggi. Hama itu merusak buah dan menurunkan kualitas biji kakao.

Petani juga menghadapi serangan busuk buah akibat jamur Phytophthora. Penyakit tersebut berkembang saat kelembapan kebun meningkat.

Selain itu, penyakit Vascular Streak Dieback atau VSD terus menyerang tanaman produktif. Penyakit itu membuat cabang mengering dan tanaman mati perlahan.

“Serangan Vascular Streak Dieback dan kanker batang dapat merusak 30 hingga 80 persen potensi produksi,” kata Desti.

Cuaca basah selama beberapa tahun terakhir mempercepat penyebaran penyakit. Banyak petani akhirnya menebang tanaman yang rusak berat.

 

BACA JUGA: Daun Sirih: Herbal Alami dengan Segudang Manfaat Kesehatan

 

Pendapatan Petani Mulai Tertekan

Penurunan produksi berdampak langsung terhadap pendapatan petani kakao Lampung. Hasil panen yang turun membuat penghasilan petani ikut berkurang.

Tanaman tua juga meningkatkan biaya perawatan kebun. Petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengendalian hama dan penyakit.

“Tanaman kakao yang sudah tua cenderung mengalami penurunan hasil dan kualitas produksi buah,” ujar Desti.

Sebagian petani mulai mempertimbangkan beralih ke komoditas lain. Sawit dan kopi dinilai lebih stabil dibanding kakao.

Namun, kenaikan harga kakao mulai menarik kembali minat petani. Produksi kakao Lampung juga mulai menunjukkan tren peningkatan pada 2024 dan 2025.

Pemerintah kini menyiapkan program peremajaan tanaman kakao rakyat. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun dalam beberapa tahun mendatang.

Tags: beritaberita lampungcoklatkakaoLampungperkebunanperkebunan kakao
Previous Post

Harga Emas 26 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Investor Diminta Waspada

Next Post

Godzilla El Nino Ancam Kakao Lampung

Next Post
Godzilla El Nino diprediksi menghantam Lampung pada 2026 dan mengancam industri kakao. Kekeringan ekstrem berpotensi menekan produksi hingga kualitas biji.

Godzilla El Nino Ancam Kakao Lampung

Universitas Malahayati menggelar coaching clinic HKI untuk meningkatkan pemahaman dosen dalam melindungi karya ilmiah dan inovasi penelitian.

Universitas Malahayati Dorong Dosen Lindungi Inovasi Lewat Coaching Clinic HKI

Vaksin Ebola membantu menekan penyebaran wabah mematikan di Afrika. WHO menyebut vaksin efektif melindungi kelompok berisiko tinggi dari Ebola Zaire.

Vaksin Ebola Jadi Senjata Utama Lawan Wabah Mematikan

Suasana malam takbiran di Kampung Nelayan Gudang Lelang dipenuhi gema takbir dan keceriaan anak-anak yang memukul bedug di halaman masjid.

Hangatnya Malam Takbiran di Gudang Lelang Ujung Bom, Anak-Anak Semarakkan Halaman Masjid Nurul Huda

Ratusan jamaah memadati pelataran Masjid Ulul Albaab, Natar, Lampung Selatan, saat melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.

Kepala Kanwil Kemenag Lampung: Iduladha Momentum Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian

RECOMMENDED NEWS

MEMAHAMI UANG BEREDAR PER MARET(YOY) 2026: UANG PRIMER(M0) 16,8%, UANG ARTI SEMPIT(MI) 14,4%, UANG ARTI LUAS(M2) 9,7%, UANG LEBIH LUAS(M3) KENAIKAN HARGA

MEMAHAMI UANG BEREDAR PER MARET(YOY) 2026: UANG PRIMER(M0) 16,8%, UANG ARTI SEMPIT(MI) 14,4%, UANG ARTI LUAS(M2) 9,7%, UANG LEBIH LUAS(M3) KENAIKAN HARGA

3 bulan ago
Dirjen GTK Soroti Sertifikasi Guru di Lampung Belum Tuntas, Tekankan Kolaborasi Daerah...

Dirjen GTK Soroti Sertifikasi Guru di Lampung Belum Tuntas, Tekankan Kolaborasi Daerah

3 bulan ago
sosmed bisa jadi cuan

Cuan dari Sosmed: Ini 5 Cara Halal Raih Penghasilan di Era Digital

1 tahun ago
Waspada Cuaca Ekstrem di Lampung: Hujan Lebat dan Angin Kencang

Waspada Cuaca Ekstrem di Lampung: Hujan Lebat dan Angin Kencang

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    462 shares
    Share 185 Tweet 116
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    422 shares
    Share 169 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    413 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Apakah Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS Mendukung Pertumbuhan Ekonomi?
  • Pelindo Regional 2 Panjang Catat Kinerja Operasion Positif Pada Semester I Tahun 2026
  • BP Tapera: FLPP Tersalurkan 1,87 Juta Unit Rumah Senilai Rp185,8 Triliun, Peran Asosiasi Pengembang & Pengembang Sangat Krusial

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com