Merapah.com, Bandar Lampung – Siger Language Center (SLC) memperkuat perannya dalam Program Kelas Migran Vokasi (KMV) di Provinsi Lampung.
Pelibatan SLC sebagai mitra pelatihan menegaskan pentingnya kompetensi bahasa dalam pembangunan sumber daya manusia vokasi.
Program ini menyiapkan peserta untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Pendekatan kolaboratif menjadi dasar pelaksanaan KMV. Pemerintah daerah menggandeng lembaga pelatihan untuk meningkatkan kualitas pembinaan peserta.
Program ini memosisikan bahasa sebagai keterampilan pendukung yang melengkapi kemampuan teknis peserta vokasi.
BACA JUGA: SLC Jadi Mitra KMV, Lampung Siapkan 8.500 Peserta Program Vokasi
SLC Dorong Penguatan Bahasa sebagai Keterampilan Pendukung
Siger Language Center menjalankan peran strategis dalam memperkuat kompetensi bahasa peserta Program Kelas Migran Vokasi.
Melalui penguatan tersebut, penguasaan bahasa membantu peserta beradaptasi di lingkungan kerja profesional.
Ketua Yayasan Siger Language Center, Dimas Aditya, menegaskan kemampuan bahasa membekali peserta agar siap menghadapi dunia kerja.
“Kami fokus pada penguatan kompetensi bahasa sebagai keterampilan pendukung, agar peserta memiliki daya saing dan kesiapan yang lebih baik,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Dhimas menilai pembinaan bahasa harus berjalan beriringan dengan penguatan keterampilan vokasi.
BACA JUGA: Bekerja di Jepang dapat Gaji Besar
Ia menekankan komunikasi efektif menjadi kebutuhan dasar dalam dunia kerja lintas sektor.
“Peserta perlu dibekali kemampuan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.
Pendekatan ini mendorong peserta menghadapi tantangan dunia kerja dengan lebih percaya diri.
Kolaborasi Pemerintah dan Mitra Perkuat Ehkosistem Vokasi
Pelaksanaan KMV menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang kemitraan untuk meningkatkan kualitas pembinaan peserta.
SLC terlibat sebagai mitra resmi yang mendukung penguatan soft skills peserta.
Mitra pelatihan berperan penting dalam menjaga relevansi program vokasi.
Dimas menilai kolaborasi tersebut mampu memastikan pembinaan berlangsung konsisten dan terarah.
“Program vokasi membutuhkan kerja sama yang konsisten antara pemerintah, sekolah, dan lembaga pelatihan,” katanya.
Kolaborasi lintas sektor mampu menjaga kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
BACA JUGA: SMKN SPP Lampung Perkuat Vokasi Lewat Festival Pelajar 2026
Bahasa Jadi Bekal Strategis Hadapi Dunia Kerja
Program KMV tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis.
Selain itu, program ini memasukkan penguatan bahasa sebagai strategi peningkatan daya saing peserta.
Melalui kemampuan bahasa, peserta lebih mudah beradaptasi dengan budaya kerja dan tuntutan profesional.
Dalam pelaksanaannya, Siger Language Center menjalankan pendampingan secara berkelanjutan sepanjang program berlangsung.
Pendekatan tersebut mendorong peningkatan kesiapan peserta sebelum memasuki dunia kerja.
Ke depan, program KMV berkembang sebagai model pengembangan vokasi berbasis kolaborasi lintas sektor.
BACA JUGA: Siswa SDN 2 Campang Raya, Fatih Muhammad Akbar Raih Prestasi Nasional
Penguatan kompetensi bahasa menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas.
Melalui sinergi pemerintah dan mitra pelatihan, program ini mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung.
Pada akhirnya, KMV menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lulusan vokasi yang siap bersaing di dunia kerja.













