Bandar Lampung, Merapah.com – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan Program Kelas Migran Vokasi (KMV) agar mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Lampung. Salah satu fokus yang disampaikan adalah mendorong lulusan KMV bekerja di Jepang, bukan hanya mengikuti program magang.
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke SMK Negeri 4 Bandar Lampung. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan sejumlah usulan untuk memperkuat keberlanjutan program KMV.
BACA JUGA: SLC Jadi Mitra KMV, Lampung Siapkan 8.500 Peserta Program Vokasi
Dorong Lulusan KMV Bekerja di Jepang
Gubernur Mirza menilai lulusan KMV perlu diarahkan untuk memperoleh pekerjaan langsung di Jepang. Menurutnya, program tersebut harus mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap bersaing dan memiliki karier yang jelas di luar negeri.
Ia berharap lulusan KMV tidak hanya memperoleh pengalaman melalui program magang. Pemerintah Provinsi Lampung ingin membuka peluang yang lebih besar agar peserta dapat bekerja secara profesional sesuai kebutuhan industri di Jepang.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan tujuan pembentukan KMV sebagai program yang menyiapkan sumber daya manusia terampil untuk pasar kerja internasional.
Usulkan KMV Menjadi Program Reguler
Selain membahas peluang kerja, Gubernur Mirza juga meminta evaluasi terhadap pelaksanaan KMV di sekolah. Ia mengusulkan agar program tersebut tidak lagi berjalan sebagai kegiatan tambahan.
Menurutnya, KMV perlu menjadi program reguler di lingkungan SMA dan SMK. Dengan status tersebut, proses pembelajaran dapat berjalan lebih terstruktur dan menjangkau lebih banyak siswa.
“KMV perlu diperkuat melalui sistem pendidikan yang lebih terintegrasi sehingga tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler,” kata Gubernur Mirza dalam pertemuan tersebut.
Ia menilai penguatan kelembagaan program akan membantu sekolah menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja global.
BACA JUGA: Penutupan KMV Alumni, SMK Menuju Karier Profesional
Minta Ujian Bahasa Jepang Digelar di Lampung
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Mirza juga meminta dukungan Wakil Presiden untuk menjembatani komunikasi dengan Japan Foundation. Ia berharap lembaga tersebut dapat segera menyelenggarakan ujian sertifikasi bahasa Jepang di Lampung.
Menurutnya, keberadaan lokasi ujian di Lampung akan memudahkan peserta KMV memperoleh sertifikasi yang dibutuhkan untuk bekerja di Jepang.
“Karena program ini menyiapkan calon tenaga kerja ke Jepang, maka akses terhadap sertifikasi bahasa Jepang perlu dipermudah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan ujian di daerah akan membantu peserta menghemat waktu dan biaya dibandingkan harus mengikuti tes di luar Lampung.
KMV Dinilai Selaras dengan Kebutuhan Jepang
Gubernur Mirza menjelaskan bahwa KMV merupakan program yang saat ini berkembang di Lampung. Program tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menerima anugerah sebagai tokoh inisiator KMV.
Menurutnya, pengembangan kelas migran vokasi menjadi langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan daya saing internasional.
BACA JUGA: Siger Language Center Perkuat Kompetensi Bahasa Peserta KMV Lampung
Sementara itu, Ketua Yayasan Siger Language Center, Dimas Adhitya, menyatakan komitmennya untuk mendukung keberhasilan program tersebut. Ia menilai KMV memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan pemerintah Jepang.
“Program ini selaras dengan kebutuhan tenaga kerja dari pemerintah Jepang sehingga peluang yang tersedia harus dimanfaatkan dengan baik,” kata Dimas.
Ia menambahkan bahwa kesempatan tersebut dapat menjadi jalan bagi anak-anak muda Lampung untuk membangun karier yang lebih baik. Selain memperoleh pendapatan yang layak, mereka juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurut Dimas, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan lembaga pelatihan menjadi kunci keberhasilan KMV. Karena itu, pihaknya siap mendukung berbagai upaya untuk memperluas akses pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kerja yang ingin berkarier di Jepang.








